“Kami perlu memulai dialog dengan pemerintah terkait standar nasional yang berada di bawah yurisdiksi mereka. Melalui dialog ini, kita dapat bekerja sama untuk mencapai pendekatan yang sama, karena intinya adalah keberlanjutan,” katanya.
Lebih lanjut tutur MR Chandran, keberlanjutan adalah apa yang ingin bisa dibuktikan kepada dunia, bahwa industri sawit mampu memproduksi dan mengkonsumsi secara berkelanjutan. “Di sinilah peran kami menjadi lebih besar dalam berkomunikasi kepada dunia luar. Pendidikan dan komunikasi harus dimulai dari anak-anak, terutama dalam lingkungan pendidikan. Anak-anak adalah masa depan dan pembuat keputusan masa depan, sehingga kita perlu memulai program pendidikan dan komunikasi yang kuat,” katanya.
Akhirnya, tujuan akhir adalah memproduksi secara berkelanjutan dan memasarkan produk minyak sawit berkelanjutan kepada dunia sehingga dapat membangun kepercayaan dengan pelanggan. “Itu adalah hal terpenting yang harus kita lakukan,” tandas Chandran. (T2)
