InfoSAWIT, JAKARTA – Pada Maret 2024, kinerja ekspor minyak sawit Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Total ekspor naik sebesar 18,21%, dari 2,16 juta ton pada Februari menjadi 2,56 juta ton pada Maret. Kenaikan terbesar terjadi pada ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang melonjak sebesar 114,73%, dari 152 ribu ton pada Februari menjadi 327 ribu ton pada Maret. Selain itu, ekspor oleokimia meningkat 17,91%, dari 364 ribu ton menjadi 429 ribu ton, dan ekspor produk olahan CPO naik 12,20%, dari 1.495 ribu ton menjadi 1.677 ribu ton.
Namun, beberapa produk mengalami penurunan ekspor. Ekspor minyak inti sawit (PKO) menurun drastis sebesar 98,73%, dari 15 ribu ton pada Februari menjadi hanya 0,19 ribu ton pada Maret.
“Ekspor biodiesel juga turun 54,54%, dari 11 ribu ton menjadi 5 ribu ton, dan ekspor produk olahan PKO berkurang 5,69%, dari 129 ribu ton menjadi 121 ribu ton,” catat Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (30/5/2024).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 29 Mei-4 Juni 2024 Naik Rp 26,21/Kg, Cek Harganya..
Namun demikian secara keseluruhan, nilai ekspor pada bulan Maret meningkat 4,47%, dari US$ 2,08 Milyar pada Februari menjadi US$ 2,17 Milyar. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan harga CPO dari US$ 965/ton menjadi US$ 1.042/ton.
“Kenaikan volume ekspor terbesar dari Februari ke Maret terjadi untuk tujuan India, dengan peningkatan sebesar 216 ribu ton menjadi 456 ribu ton. Ekspor ke Bangladesh juga naik signifikan, sebesar 128 ribu ton menjadi 162 ribu ton, serta ke China yang naik 121 ribu ton menjadi 447 ribu ton,” catat Mukti.
Di sisi lain, penurunan volume ekspor terjadi ke USA sebesar 74 ribu ton menjadi 129 ribu ton, ke Uni Eropa sebesar 24 ribu ton menjadi 317 ribu ton, dan ke Malaysia sebesar 37 ribu ton menjadi 52 ribu ton.
BACA JUGA: Kemendag Penetrasi Pasar Turunan Minyak Sawit Hingga Tekstil ke Asia Tengah
Secara tahunan (YoY), hingga Maret 2024 dibandingkan dengan 2023, ekspor ke Pakistan meningkat 68,49%, menjadi 741 ribu ton dari 440 ribu ton pada 2023. Ekspor ke India juga naik 3,62%, menjadi 1.223 ribu ton dibandingkan dengan 1.180 ribu ton pada tahun 2023. Namun, ekspor ke China turun 4,2%, ke Uni Eropa turun 3%, dan ke USA turun 1,16%.
Dengan stok awal Maret sebesar 3.264 ribu ton, ditambah produksi CPO dan PKO sebesar 4.493 ribu ton, konsumsi dalam negeri 1.898 ribu ton, dan ekspor 2.560 ribu ton, stok akhir Maret 2024 menjadi 3.300 ribu ton, meningkat sekitar 1,09% dibandingkan stok bulan Februari 2024. (T2)
