InfoSAWIT, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) LEMIGAS akan melaksanakan uji terap bahan bakar minyak jenis solar yang dicampur dengan Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel sebesar 40% atau dikenal dengan B40. Uji terap ini akan difokuskan di luar sektor otomotif sepanjang tahun 2024.
Kepala BBPMGB LEMIGAS, Mustafid Gunawan, mengungkapkan bahwa LEMIGAS sedang melakukan pelaksanaan Uji Startability Genset Gedung dengan memanfaatkan Biodiesel B40. “Pemerintah melalui BBPMGB LEMIGAS sebagai pelaksana uji sedang melakukan pengujian B40 pada mesin genset dan kendaraan berat industri,” ujarnya dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT, Jumat (31/5/2024).
Pengujian ini menggunakan empat genset pembangkit gedung dari empat merk yang berbeda di kawasan BBPMGB LEMIGAS. Pengujian dimulai pada 20 Mei 2024 dan dijadwalkan selesai pada 16 Oktober 2024. Parameter pengujian yang diamati meliputi, temperatur lingkungan genset, kelembaban lingkungan genset, temperatur bahan bakar B40 genset, temperatur oli genset dan tegangan aki genset.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,42 Persen Pada Kamis (30/5), Harga CPO di Bursa Malaysia Justru Menurun
Uji Startability ini dibuka oleh Kepala Balai LEMIGAS yang diwakili oleh Koordinator Kelompok Pengujian Aplikasi Produk, Cahyo Widodo. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dirjen EBTKE, APROBI, BPDPKS, MIGAS, PLN PUSAT, PLN PUSLITBANG, dan BRIN. Pembukaan ini dilanjutkan dengan pemaparan persiapan Uji Startability serta kunjungan ke beberapa genset yang sudah disiapkan untuk pengujian di kompleks Perkantoran LEMIGAS.
Uji Coba B40 pada Kereta Api
Selain menguji B40 pada mesin genset gedung, BBPMGB LEMIGAS sebelumnya juga melakukan uji terap B40 untuk kereta api. Sebagai bagian dari uji terap ini, BBPMGB LEMIGAS bekerja sama dengan PT. KAI, PT. Pertamina Patra Logistik, dan KA Logistik untuk melakukan inspeksi bersama di Depo Arjawinangung, Cirebon, Jawa Barat, pada 14 Mei 2024.
“Pada tahap ini, LEMIGAS melakukan survei pembangunan infrastruktur untuk persiapan uji penggunaan B40 pada sektor kereta api. Dengan tenaga ahli yang dimiliki, survei berjalan dengan lancar,” tandas Mustafid.
BACA JUGA: Kementan Dorong Peningkatan SDM untuk Mendongkrak Produksi Sawit di Sulawesi Selatan
Untuk diketahui, Kementerian ESDM telah menetapkan kuota penyaluran biodiesel B35—campuran solar dengan 35% BBN berbasis minyak sawit—sebesar 13,41 juta kiloliter (kl) untuk tahun 2024. Kuota ini ditetapkan berdasarkan keberhasilan penyaluran B35 sepanjang tahun 2023. (T2)
