Aturan BPDPKS Perlu Direvisi, Sebelum Menggabungkan Kakao dan Kelapa

oleh -5.619 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. SPKS untuk InfoSAWIT/ Dewan Nasional SPKS, Mansuetus Darto

Sebelumnya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo akan segera membentuk badan khusus untuk mengelola komoditas kakao dan kelapa. Badan ini akan bergabung dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang selama ini mengelola iuran dari pengusaha sawit untuk berbagai keperluan seperti peremajaan sawit.

“Jadi tidak perlu ada badan baru, tapi badan yang digabungkan ke BPDPKS. Sawit, kelapa, kakao, kan mirip-mirip saja,” kata Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Zulhas menjelaskan bahwa dengan adanya badan khusus di dalam BPDPKS, pembiayaan untuk pengembangan bibit kakao dan kelapa dapat dilakukan melalui mekanisme subsidi silang. “Jadi kalau badan sendiri dan dipungut lagi, kan, tidak mungkin. Berat, kan. Kalau di BPDPKS dananya Rp 50 triliun lebih tuh. Jadi subsidi silang untuk pembibitan, riset, dan segala macam mengenai kelapa dan kakao ini nanti diambilkan digabungkan ke BPDPKS,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 10-16 Juli 2024 Tembus 3000/Kg Cek Harganya..

Ia juga menekankan bahwa dengan skema ini, eksportir kakao dan kelapa tidak perlu membayar iuran tambahan. “Jadi, kan, sudah ada, tuh, kakao. Pokoknya tidak ditambah lagi. Ada pungutan, saya lupa tadi, tapi tidak ditambah lagi. Tidak ada pungutan lagi,” tutur Zulhas.

Langkah ini diharapkan dapat membantu pengembangan komoditas kakao dan kelapa tanpa menambah beban finansial bagi para eksportir. Dengan memanfaatkan dana yang sudah ada di BPDPKS, pemerintah berharap dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan komoditas unggulan lainnya selain sawit. (T1)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com