Demikian pula diungkapkan Ketua Sekretariat Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Eva Lizarmi, bahwa perkebunan rakyat akan menggunakan sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) di masa depan. Oleh karena itu, pencatatan keuangan yang baik sangat penting sebagai modal untuk memperoleh sertifikasi ISPO. Pelatihan manajemen dan administrasi keuangan ini, kata Eva, adalah langkah penting untuk meningkatkan kompetensi petani.
Eva juga menekankan bahwa BPDPKS sangat terbuka terhadap pendanaan program kegiatan petani melalui proposal yang diajukan oleh kelompok tani, koperasi, atau KUD. Dalam materi pembuatan proposal, petani diharapkan dapat menyimak dengan baik agar dapat mengakses peluang pendanaan ini.
Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi manajerial petani sawit tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk mengakses permodalan dan pendanaan program. Dengan keterampilan yang meningkat, petani sawit di Sumatera Selatan diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap keberlanjutan industri sawit nasional. (T2)
