Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M. Rizon. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa luas lahan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu mencapai 413.950 hektar, dengan 77% atau sekitar 319.000 hektar merupakan lahan kelapa sawit rakyat. “Namun, banyak petani belum mengetahui teknik budidaya dan panen yang tepat. Pelatihan ini sangat penting dan bermanfaat bagi para petani kelapa sawit,” ujarnya.
M. Rizon menambahkan bahwa petani kelapa sawit menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola perkebunan, mulai dari pembukaan lahan, penataan jarak tanam, hingga pemeliharaan. “Berdasarkan kondisi di lapangan, beberapa petani menanam kelapa sawit bersama dengan tanaman lain, padahal sawit merupakan tanaman monokultur. Hal ini berdampak pada produksi CPO yang dihasilkan menjadi tidak maksimal,” jelasnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan ilmu dan produksi petani, serta kesejahteraan mereka. “Petani peserta pelatihan adalah orang-orang pilihan yang akan menjadi penerus dan penyambung lidah bagi petani lain dalam menerapkan teknik budidaya dan panen kelapa sawit yang tepat,” tandasnya. (T2)
