InfoSAWIT, KUALA LANGAT – Pemerintah Malaysia saat ini tengah mengevaluasi penggunaan teknologi mutakhir RT-ECO, sebuah metode pengelolaan limbah pabrik kelapa sawit (POME) yang inovatif, sebagai langkah untuk meningkatkan produksi minyak sawit berkelanjutan di negara tersebut.
Menteri Perkebunan dan Komoditas, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, mengungkapkan bahwa teknologi ini sangat relevan dalam memenuhi tuntutan pasar global yang semakin peduli terhadap pelestarian lingkungan. “Dalam industri minyak kelapa sawit saat ini, masalah lingkungan menjadi prioritas utama. Pasar global dengan cermat memeriksa bagaimana kami mengelola limbah cair sebelum memutuskan untuk membeli minyak kelapa sawit atau produk lainnya yang menghadapi tantangan serupa,” ujar Johari dikutip InfoSAWIT dari New Straits Times, Kamis (5/9/2024).
Johari menekankan bahwa pengolahan limbah yang inovatif sebelum dibuang sangat penting untuk keberlanjutan jangka panjang industri minyak sawit dan untuk memastikan keamanan air. “Jika limbah mencemari saluran air yang mengalir ke sungai, hal itu akan menjadi masalah nasional,” tambahnya.
BACA JUGA: Ombudsman Luncurkan Inisiatif Pengawasan Program Peremajaan Sawit Rakyat
Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) telah diberi tugas untuk menilai efektivitas teknologi RT-ECO, terutama untuk diterapkan di pabrik-pabrik kelapa sawit berskala kecil. “Saya telah menginstruksikan MPOB untuk mengevaluasi teknologi ini secara menyeluruh, dengan fokus pada daya tahan dan efektivitasnya, sebelum mempertimbangkan penerapannya secara luas di seluruh pabrik kelapa sawit lokal,” jelas Johari.
Malaysia, sebagai produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia, mengekspor sekitar 15 juta metrik ton minyak sawit dan produk terkait setiap tahunnya. Teknologi RT-ECO, yang dikembangkan oleh Meru Jaya POME Solutions, menggunakan metode elektrokimia untuk mengelola POME, membuat limbah yang dihasilkan selama pengolahan minyak sawit aman dan dapat didaur ulang di pabrik, sesuai dengan standar keberlanjutan global.
BACA JUGA: Apical dan Earthworm Foundation Luncurkan Program Desa Hidup Berkelanjutan di Kutai Timur
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Direktur Jenderal MPOB, Datuk Dr Ahmad Parveez Ghulam Kadir, dan Ketua Meru Jaya POME Solutions Sdn Bhd, Tan Sri Dr SA Vigneswaran. (T2)
