Penjarahan yang terus berulang ini, menurut Panigoro, tidak hanya merugikan pekerja dan perusahaan tetapi juga berpotensi mengurangi pendapatan negara dari sektor pajak. Selain itu, penjarahan yang dilakukan secara brutal juga merusak tanaman sawit, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produksi di masa depan.
“Penjarahan ini terjadi tidak hanya di satu perkebunan saja, hampir semua perkebunan pernah dijarah,” pungkas Panigoro, menegaskan urgensi penanganan masalah ini secara serius. (T2)
