InfoSAWIT, NUSA DUA – Deputi II Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menekankan pentingnya transformasi strategi dan kebijakan pemerintah dalam mendukung industri kelapa sawit pada acara PERISAI 2024. Dalam acara tersebut, yang dibuka dengan pidato dari Dida, dibahas berbagai inisiatif pemerintah untuk memperkuat industri sawit yang berkelanjutan dan tangguh di pasar global.
Dida menyampaikan bahwa strategi pemerintah mencakup langkah-langkah untuk meningkatkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga penelitian untuk mewujudkan inovasi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor ini.
Turut hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, yang menjelaskan bagaimana pemerintah memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan industri sawit yang berkelanjutan. “Pemerintah berkomitmen untuk mendukung inisiatif yang mendukung keberlanjutan, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi, melalui regulasi dan insentif yang tepat,” ujar Putu dikutip InfoSAWIT, Jumat (4/10/2024).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 4-10 Oktober 2024 Naik Rp 106,07/Kg Cek Harganya..
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Investor Indonesia, Didiek Hadjar Goenadi, memberikan apresiasi atas pelaksanaan PERISAI 2024 dan upaya yang telah dilakukan pemerintah serta BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit). Menurut Didiek, kelapa sawit telah menjadi komoditas unggulan dunia, dan riset tahunan yang difasilitasi BPDPKS telah membantu industri mengatasi berbagai tantangan.
“Riset BPDPKS sangat penting bagi pelaku industri, termasuk pemerintah. Teknologi yang dihasilkan harus segera dikomersialisasikan untuk memperkuat posisi industri sawit nasional di pasar global,” ujar Didiek.
BACA JUGA: HIP Biodiesel Oktober 2024 Ditetapkan Rp 12.633/liter Naik Rp 244/liter
Acara PERISAI 2024, yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari sektor kelapa sawit, diharapkan dapat menghasilkan terobosan-terobosan baru dalam mendukung transformasi industri kelapa sawit Indonesia menuju keberlanjutan dan daya saing global yang lebih baik. (T2)
