“Masyarakat adat lebih memahami kondisi ruang hidup mereka dan mampu menerapkan solusi berkelanjutan,” kata Ode. Pendanaan langsung dinilai efektif meningkatkan ketahanan ekosistem dan mengurangi risiko krisis iklim melalui pengelolaan kolektif.
Nadia Hadad, Direktur Eksekutif MADANI Berkelanjutan, menyerukan reformasi aliran pendanaan global untuk mengalihkan investasi dari sektor emisi tinggi ke sektor hijau. “Pendanaan harus diarahkan pada perlindungan ekosistem dan transisi ke energi terbarukan yang tidak melanggar hak asasi manusia,” ujarnya.
Melalui COP29, Indonesia diharapkan mampu mendorong kesepakatan global untuk pendanaan iklim yang lebih adil, mendukung adaptasi, mitigasi, serta pemberdayaan masyarakat rentan demi keberlanjutan lingkungan dan sosial. (T2)
