Intercropping juga dapat memengaruhi keseimbangan hara tanah. Beberapa penelitian mencatat bahwa tanaman sela seperti kedelai dan jagung dapat menyebabkan penurunan unsur hara N dan P hingga 70%, meskipun unsur hara lainnya seperti Mg dan Ca cenderung tetap stabil.
Secara keseluruhan, replanting kelapa sawit yang dipadukan dengan teknik intercropping memberikan dampak yang bervariasi tergantung pada pengelolaan lahan dan pemupukan. Penelitian menunjukkan bahwa intercropping dengan tanaman sela tidak selalu berdampak buruk pada pertumbuhan kelapa sawit, asalkan dilakukan dengan perencanaan yang tepat.
Dalam menjaga produktivitas perkebunan kelapa sawit, pemahaman mendalam tentang waktu dan metode replanting yang tepat sangat diperlukan. Dengan demikian, produktivitas sawit dapat terus meningkat dan berkontribusi pada keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia. (T2)
