InfoSAWIT, JAKARTA – Sebagai salah satu produsen bibit sawit unggul di Indonesia, PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed berupaya menghasilkan bibit sawit unggul dengan taksiran produktivitas tinggi, supaya produksi perkebunan kelapa sawit petani turut melambung tinggi.
Dalam industri kelapa sawit, penggunaan bibit unggul berkualitas tinggi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan perkebunan, terutama di Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit. Direktur Utama PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed, Andi W. Setianto, mengemukakan pandangannya bahwa bibit unggul menjadi kunci utama dalam membangun perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan produktif.
Sebagai salah satu produsen bibit sawit unggul nasional, PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed berkomitmen menghasilkan bibit sawit unggul yang dapat mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit, khususnya bagi petani sawit.
BACA JUGA: Kemitraan Sawit, Mendukung Bertumbuhnya Perkebunan Sawit yang Berkelanjutan
Bibit sawit unggul, meskipun telah terbukti meningkatkan hasil produksi, masih belum banyak diadopsi oleh sebagian besar petani sawit. Masih banyak petani sawit menggunakan bibit asalan atau tidak bersertifikat yang mereka dapatkan dengan harga lebih murah namun dengan risiko hasil panen yang tidak optimal. Padahal, Andi menjelaskan bahwa penggunaan bibit bersertifikat dapat meningkatkan produksi minyak sawit hingga lebih dari dua kali lipat.
“Jika petani menggunakan bibit sawit unggul, produktivitas dapat mencapai 5 hingga 6 ton CPO per hektar per tahun. Saat ini, produktivitas rata-rata petani hanya berkisar di angka 2 ton CPO per hektar per tahun. Ini sangat disayangkan, mengingat pengembangan perkebunan kelapa sawit membutuhkan waktu yang panjang,” ungkap Andi, pada acara FGD SAWIT BERKELANJUTAN VOL 16, bertajuk “Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Menumbuhkan Ekonomi Masyarakat Perdesaan”, yang diadakan media InfoSAWIT yang didukung BPDPKS, awal November 2024, di Jakarta.
Menurutnya, peningkatan produktivitas sejatinya tidak memerlukan perluasan lahan, melainkan cukup dengan intensifikasi melalui pemanfaatan bibit sawit unggul. “Saat ini, luas lahan sawit di Indonesia mencapai 16-17 juta hektar, dengan sekitar 42% di antaranya dikelola oleh petani sawit. Jika mereka bisa memanfaatkan bibit unggul, maka produktivitas secara keseluruhan akan meningkat tanpa harus membuka lahan baru,” tambah Andi.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Lakukan Kolaborasi dalam Hari Temu Tani Indragiri Hulu, songsong ISPO dan RSPO
Tentu saja, sebagai salah satu produsen bibit sawit unggul yang sudah teruji, PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed menawarkan bibit yang telah melewati proses sertifikasi di Kementerian Pertanian. Menurut Andi, bibit unggul dari PT ASD-Bakrie mampu mencapai produktivitas hingga 10 ton CPO per hektar per tahun, bahkan dengan rendemen minyak mencapai 25% dari total tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan per hektar.
“Dengan bibit yang baik, produktivitas sawit bisa mencapai 40 ton TBS per hektar per tahun, dengan rendemen minyak yang tinggi sekitar 25%,” jelasnya. Angka ini jauh di atas rata-rata produktivitas perkebunan sawit dengan bibit asalan yang hanya mampu mencapai produktivitas 2-3 ton CPO per hektar per tahun. (T2)
Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT Edisi November 2024
