ARUKI Kritik Pernyataan Bahlil Soal Paris Agreement: “Ini Pengabaian terhadap Krisis Iklim dan Penderitaan Rakyat”

oleh -4.250 Kali Dibaca
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Kesepakan Paris atau Paris Agreement (PA) adalah sebuah kesepakatan mengenai perubahan iklim yang dihasilkan selama negosiasi iklim ke 21 (COP 21) dari Konvensi Kerangka Kerja PBB Untuk Perubahan iklim (The United Nations Framework Convention on Climate Change-UNFCCC).

ARUKI menilai pernyataan Bahlil mencerminkan watak pemerintah yang tetap memprioritaskan agenda pembangunan dan ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam, khususnya batubara, di atas komitmen terhadap keadilan iklim. Padahal, batubara merupakan penyebab utama krisis iklim.

“Rasionalisasi kelanjutan penggunaan batubara sebagai sumber energi utama mengabaikan implikasi serius terhadap keadilan iklim serta mereduksi kewajiban negara-negara industri dalam konteks hutang ekologi,” ujar Risma Umar, Direktur Eksekutif Aksi! Gender, Social, and Ecological Justice.

Syaharani dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) menambahkan, “Membangun kedaulatan dan ketahanan energi dengan membiarkan masyarakat menanggung dampak negatif dari batubara sama saja dengan melanggar hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.”

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Februari 2025 Turun, Bea Keluar dan Pungutan Ekspor Ditetapkan US$ 195,66 per ton

Sebab itu ARUKI menyerukan dan menuntut pemerintah Indonesia untuk, Mengimplementasikan Perjanjian Paris dengan tindakan konkret, termasuk menentukan target pemensiunan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara.

Lantas, memfasilitasi Transisi Energi Terbarukan yang inklusif dan adil, serta meningkatkan akses terhadap energi bersih bagi rakyat. Serta mengedepankan Keadilan Iklim dan tidak mengorbankan kepentingan kelompok rentan dalam agenda penanganan perubahan iklim dan pembangunan.

Terakhir, mempercepat Pembahasan RUU Keadilan Iklim yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional, dengan melibatkan partisipasi publik bermakna, khususnya kelompok rentan.

BACA JUGA: Mencari Keseimbangan Sawit, Ekonomi, dan Keberlanjutan Lingkungan

“Komitmen iklim yang melemah berpotensi memicu eksploitasi hutan melalui klaim energi hijau dari bioenergi. Pemerintah perlu meluruskan konsep kedaulatan energi dan mengusung transformasi energi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tegas Amalya Reza Oktaviani dari Trend Asia.

Dengan seruan ini, ARUKI berharap pemerintah dapat mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari dampak krisis iklim yang semakin mengancam. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com