InfoSAWIT, JAKARTA – Louis Dreyfus Company (LDC) Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun rantai pasok global yang berkelanjutan dengan mengedepankan praktik pertanian regeneratif dan perlindungan kualitas tanah.
Hal tersebut disampaikan Rajat Dutt, Country Head LDC Indonesia, dalam media briefing dihadiri InfoSAWIT, di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Menurut Rajat, LDC memastikan bahwa seluruh komoditas yang diperdagangkan berasal dari praktik yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Perusahaan berupaya menerapkan standar praktik pertanian regeneratif di berbagai lini produk, sejauh memungkinkan, guna menjaga kesehatan tanah sebagai fondasi utama produktivitas pertanian.
BACA JUGA: Dari Hutan Menuju Harapan: Perjalanan Ali dan Sidarmi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
“Kami ingin memastikan komoditas yang kami kelola berasal dari praktik yang tepat. Perlindungan terhadap tanah menjadi kunci agar produktivitas tetap terjaga dan memberikan hasil optimal bagi seluruh pelaku di dalam rantai pasok,” ujar Rajat.
Lindungi Tanah, Tingkatkan Produktivitas
Rajat menekankan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang pemenuhan standar global, tetapi juga tentang menjaga imbal hasil bagi para pelaku usaha di setiap tahapan produksi. Dengan menjaga kualitas tanah dan mendorong diversifikasi tanaman, petani diharapkan memperoleh hasil panen yang lebih baik serta produk yang lebih kompetitif.
Langkah ini dinilai penting agar petani Indonesia mampu berkontribusi lebih besar terhadap permintaan global yang terus meningkat. Selain itu, diversifikasi komoditas juga membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis tanaman.
Kolaborasi dengan LDC Foundation dan LSM Lokal
Dalam implementasinya, LDC Indonesia bekerja sama dengan LDC Foundation serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal untuk memastikan praktik terbaik diterapkan di tingkat lapangan.
Kolaborasi ini difokuskan pada pendampingan komunitas di wilayah sumber pasokan komoditas, termasuk penerapan standar budidaya yang tepat, penguatan kapasitas petani, serta pengawasan terhadap kepatuhan praktik keberlanjutan.
“Kami bekerja bersama komunitas asal produk kami. Melalui kolaborasi dengan LDC Foundation dan LSM lokal, kami memastikan praktik yang benar dijalankan sehingga menghasilkan produk yang tepat dan berkelanjutan,” jelasnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode I-Februari 2026 Naik Rp 108,09 per Kg
Dengan pendekatan tersebut, LDC berharap dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama komoditas global, sekaligus memastikan kesejahteraan petani tetap menjadi bagian integral dari rantai pasok berkelanjutan. (T2)
