InfoSAWIT, TENGGARONG – PT REA Kaltim Plantations (REA) menyerahkan tiga unit kendaraan sebagai bagian dari program kegiatan usaha produktif pengganti Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) di Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Penyerahan dilakukan secara simbolis pada Rabu (11/2) di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Seremoni dihadiri Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri, M.Kesm., Presiden Direktur REA Luke Robinow, Group Chief Sustainability Officer REA Dr. Bremen Yong, Camat Kembang Janggut, serta Kepala Desa Kembang Janggut.
Program ini merupakan realisasi perjanjian kerja sama kemitraan yang telah ditandatangani pada pertengahan 2025. Skema tersebut dirancang untuk memperkuat mata pencaharian masyarakat melalui solusi ekonomi berbasis lokal yang dikembangkan lewat konsultasi intensif dengan pemerintah desa.
BACA JUGA: GAPKI Gaungkan “Total Safe, Total Health, Total Prosper” untuk Pekerja Perempuan Sawit
Skema Aset Produktif Milik Desa
Melalui model kemitraan FPKM, kendaraan yang diserahkan menjadi aset milik desa dan dikelola oleh koperasi desa. Selanjutnya, unit tersebut disewakan kembali kepada perusahaan untuk mendukung operasional, sehingga menghasilkan pendapatan rutin bagi desa.
Pendekatan ini memungkinkan desa mendanai berbagai program prioritas masyarakat, membuka peluang kerja bagi warga lokal, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa. Skema ini juga dinilai sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi pemerintah, dengan mendorong penciptaan nilai tambah di tingkat lokal agar manfaat ekonomi tetap berada di lingkungan masyarakat.
“Bagi kami, implementasi FPKM harus menciptakan nilai yang berkelanjutan, bukan bantuan jangka pendek,” ujar Luke Robinow, Presiden Direktur REA, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (13/2/2026). Ia menegaskan bahwa kerangka program dirancang agar berjalan berkelanjutan, memastikan aset dimanfaatkan dalam jangka panjang dan menghasilkan pendapatan stabil bagi masyarakat.
BACA JUGA: Dari Hutan Menuju Harapan: Perjalanan Ali dan Sidarmi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Selaras Pilar Keberlanjutan
Inisiatif ini selaras dengan salah satu dari empat pilar strategis keberlanjutan REA, yakni pilar Empowering Livelihoods atau Pemberdayaan Mata Pencaharian. Pilar ini berfokus pada penguatan sumber pendapatan masyarakat melalui kemitraan inklusif dan solusi berbasis lokal.
Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri menyatakan bahwa pelaksanaan FPKM diharapkan mampu memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan sekaligus mendorong iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sementara itu, Kepala Desa Kembang Janggut menyambut baik skema tersebut dan menilai model ini mendukung kemandirian desa. “Melalui kemitraan FPKM ini, kendaraan tetap menjadi aset desa dan disewakan kepada REA untuk kegiatannya. Ini menciptakan pendapatan rutin bagi desa dan memberi fleksibilitas dalam penggunaan dana sesuai prioritas masyarakat,” ujarnya.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kembang Janggut, Yadi, S.Pd., menambahkan bahwa sebagai mitra pelaksana, pihaknya berharap kemitraan ini mampu meningkatkan kesejahteraan desa dan mendorong kemakmuran ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Dr. Bremen Yong menegaskan bahwa keberlanjutan berarti menciptakan nilai jangka panjang melalui kolaborasi. “Dengan menyusun FPKM berbasis aset milik desa yang terus menghasilkan nilai, kami memperkuat kepercayaan dengan masyarakat serta mendukung pembangunan sosial-ekonomi dan ketahanan di tingkat desa maupun lanskap,” katanya. (T2)
