InfoSAWIT, BERLIN — Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan FONAP (Forum Nachhaltiges Palmöl e.V.) menandai babak baru kerja sama strategis dengan menyepakati keanggotaan timbal balik. Langkah ini memperkuat komitmen kedua lembaga dalam mendorong produksi dan konsumsi minyak sawit berkelanjutan di Jerman maupun secara global.
Dilansir InfoSAWIT dari RSPO, Senin (2/2/2026), FONAP didirikan di Berlin pada 11 November 2015 sebagai inisiatif multipihak dan kini berkembang menjadi aliansi kuat untuk sawit berkelanjutan. Organisasi ini menghimpun sekitar 55 anggota yang terdiri dari perusahaan, organisasi masyarakat sipil, serta pemangku kepentingan kebijakan.
FONAP menjalankan berbagai proyek dan kemitraan di sepanjang rantai pasok sawit, termasuk peningkatan sistem sertifikasi dan program lapangan di negara-negara produsen.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun 0,98 Persen Pada Jumat (30/1), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Lesu
Sebagai bagian dari penguatan kemitraan tersebut, RSPO kini resmi bergabung sebagai anggota FONAP dan aktif berkontribusi dalam berbagai kelompok kerja tematik. Sebaliknya, FONAP masuk sebagai anggota biasa RSPO dalam kategori LSM lingkungan (Environmental NGO), dengan fokus pada dukungan serta implementasi proyek di lapangan.
Skema keanggotaan timbal balik ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih erat, pertukaran informasi rutin, serta pelaksanaan program bersama bagi anggota kedua organisasi.
RSPO juga menyoroti posisi penting Jerman dalam pasar minyak sawit Eropa. Saat ini, Jerman menjadi basis keanggotaan RSPO terbesar di kawasan tersebut dengan lebih dari 400 anggota. Dari sisi infrastruktur sertifikasi, terdapat 623 fasilitas rantai pasok bersertifikat RSPO di negara itu, serta ratusan lisensi penggunaan merek dagang RSPO.
BACA JUGA: Dana Insentif B50 Diproyeksi Tembus Rp65 Triliun, Tuntut Kenaikan Pungutan Ekspor CPO
Selain dari sisi jumlah, pemangku kepentingan di Jerman dinilai konsisten memberikan masukan dan gagasan yang membantu membentuk arah kerja RSPO dalam beberapa tahun terakhir.
Head Global Key Accounts and Market Transformation for Europe RSPO, Francesca Morgante, menyatakan bahwa tuntutan regulasi yang terus berkembang membuat praktik pengadaan minyak sawit, minyak inti sawit, dan turunannya secara berkelanjutan menjadi semakin penting, seiring kebutuhan untuk tetap mendukung Smallholders.
Menurutnya, keanggotaan RSPO di FONAP akan memperkuat kerja sama untuk mendukung perusahaan sekaligus memajukan rantai pasok sawit berkelanjutan.
BACA JUGA: Dorong Narasi Berimbang Sawit Berkelanjutan, Wamendag Tekankan Peran ISPO dan Ketertelusuran
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan FONAP, Sascha Tischer, menilai keanggotaan timbal balik ini membuka fase baru kolaborasi kedua pihak. Ia menekankan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati membutuhkan tingkat kerja sama yang lebih tinggi antar lembaga.
Sebagai anggota biasa RSPO, FONAP memperoleh hak suara dalam Sidang Umum RSPO, peluang bergabung dalam komite RSPO sebagai perwakilan LSM lingkungan, serta keterlibatan lebih luas dalam berbagai inisiatif RSPO.
Salah satu agenda penting adalah pertemuan anggota RSPO Eropa yang telah digelar di Hamburg pada 22 Januari 2026, yang berfokus pada dampak sosial dalam rantai pasok minyak sawit. Pertemuan tahunan tersebut menjadi forum diskusi utama antar anggota RSPO di Eropa untuk membahas perkembangan sektor, tantangan regulasi, serta strategi komunikasi ke depan. (T2)
