InfoSAWIT, KUCHING — Perusahaan perkebunan sawit MKH Oil Palm (East Kalimantan) Bhd menyatakan optimisme bahwa harga minyak sawit mentah (CPO) akan tetap kuat sepanjang 2026, ditopang permintaan global yang solid dan pasokan yang relatif ketat.
Mengutip laporan tahunan perusahaan 2025 yang dilansir InfoSAWIT dari theborneopost, Senin (2/2/206), harga CPO di pasar Indonesia saat ini diperdagangkan pada kisaran RM3.350 hingga RM3.550 per metrik ton, setelah memperhitungkan levy dan bea ekspor.
Chairman non-independen non-eksekutif grup, Chen Kooi Chiew, menyampaikan prospek tersebut mencerminkan berlanjutnya permintaan kuat terhadap minyak sawit di tengah keterbatasan suplai global. Kondisi pasar yang positif ini sekaligus mendorong capaian kinerja keuangan terbaik perusahaan hingga saat ini.
BACA JUGA: Pemerintah Tetapkan Alokasi Biodiesel 2026 Sebesar 15,6 Juta KL, Program B40 Diperkuat
Pada tahun buku 2025, MKH Oil Palm mencatat pendapatan tahunan tertinggi sepanjang sejarah sebesar RM363,2 juta, dengan laba sebelum pajak (PBT) mencapai RM107,3 juta. Angka ini meningkat 3,1% dibanding pendapatan tahun sebelumnya sebesar RM352,2 juta, sementara PBT melonjak 26,2% dari posisi RM85,0 juta.
Peningkatan kinerja juga ditopang perbaikan operasional di perkebunan sawit perusahaan di Kalimantan Timur. Manajemen telah menerapkan sistem pengumpulan tandan buah segar (TBS) berbantuan mekanisasi, serta penggunaan aplikasi perangkat lunak untuk memperkuat pemantauan dan pengawasan operasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan daya saing dan efisiensi. Perusahaan juga terus menyempurnakan sistem pengelolaan air dan memaksimalkan kualitas serta pengumpulan hasil panen melalui program mekanisasi berkelanjutan.
BACA JUGA: Peran Sawit Makin Strategis di Era Transisi Energi, Pakar Minta Status Nasional Diperkuat
Selain itu, optimalisasi sistem Plantation and Mill Management System (PMMS) diterapkan untuk melacak pergerakan TBS dari kebun ke pabrik. Sistem ini mendukung efisiensi produksi sekaligus membantu peningkatan oil extraction rate (OER).
Manajemen juga menyoroti pengembangan ibu kota administrasi baru Indonesia, Nusantara, di Kalimantan Timur sebagai faktor pendukung prospek kawasan. Lokasi tersebut berdekatan dengan area operasional perusahaan dan dinilai berpotensi mendorong aktivitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan infrastruktur.
Dari sisi pengembalian kepada pemegang saham, dewan direksi menyatakan tetap menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan kebutuhan pendanaan untuk pertumbuhan jangka panjang. Untuk tahun buku 2025, perusahaan telah menetapkan dan membayarkan dividen final satu tingkat sebesar 4 sen per saham, dengan total nilai sekitar RM40,6 juta atau setara 50,9% dari laba yang diatribusikan kepada pemilik induk.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun 0,98 Persen Pada Jumat (30/1), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Lesu
Perusahaan juga menegaskan komitmen terhadap tanggung jawab sosial. Sepanjang 2025, kontribusi untuk program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional Malaysia dan Indonesia mencapai sekitar RM1,1 juta, yang disalurkan untuk komunitas lokal dan berbagai organisasi sosial. (T2)
