Asosiasi juga memperingatkan bahwa pengurangan pendapatan bersih pekerja asing akibat kebijakan ini dapat membuat Malaysia kurang menarik sebagai tujuan kerja.
Selain itu, belum adanya mekanisme penarikan dana yang jelas bagi pekerja asing yang ingin kembali ke negara asalnya juga menjadi perhatian utama.
“Tanpa mekanisme penarikan yang jelas, banyak pekerja mungkin kesulitan mengklaim tabungan mereka, yang dapat menimbulkan ketidakpuasan dan mempersulit kepatuhan pemberi kerja terhadap kebijakan ini,” lanjut pernyataan tersebut.
BACA JUGA: Pemerintah Dorong Hilirisasi Sawit, Fokus pada Daya Saing dan Keberlanjutan
Asosiasi menyoroti bahwa perusahaan perkebunan kecil dan menengah akan paling rentan terhadap dampak biaya kebijakan ini, mengurangi profitabilitas dan menghambat daya saing industri sawit Malaysia di pasar global.
Meskipun mengakui niat pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, asosiasi menekankan pentingnya kebijakan yang adil dan praktis.
“Kami tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait guna mengembangkan pendekatan yang seimbang, sehingga industri sawit Malaysia tetap berkembang tanpa mengorbankan kesejahteraan tenaga kerja,” tutup pernyataan tersebut. (T2)
