InfoSAWIT, JAKARTA — Yayasan Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) menutup fase penting dalam penguatan organisasinya. Sejak Desember 2021 hingga Maret 2025, FORTASBI menjalankan Program Organizational Effectiveness (OE) yang didukung oleh Packard Foundation. Program ini menjadi tonggak transformasi organisasi menuju tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada visi jangka panjang.
Program OE yang berfokus pada efektivitas organisasi tidak hanya berdampak pada sisi internal FORTASBI, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan terhadap para anggota dan mitra. Salah satu capaian utama dari program ini adalah penguatan sistem kelembagaan serta pembenahan prosedur internal yang sebelumnya masih banyak bergantung pada pendekatan berbasis proyek.
“Sejak FORTASBI didirikan pada 2014, kami banyak berjalan berdasarkan kebutuhan proyek. Namun melalui dukungan Packard Foundation, kami melakukan transformasi besar dalam struktur organisasi, penyusunan rencana strategis, hingga penerapan standar prosedur internal,” ujar salah satu pengurus FORTASBI dilansir InfoSAWIT dari laman resmi Fortasbi, Minggu (11/5/2025).
BACA JUGA: Sidang Uji UU P3H: Negara Tegaskan Sertifikat Tanah di Kawasan Hutan Tak Otomatis Dapat Ganti Rugi
Transformasi ini juga mencakup sistem keuangan. Sebelumnya, pengelolaan keuangan FORTASBI masih dilakukan secara manual, yang mempersulit penyusunan laporan tahunan dan pemantauan penggunaan dana. Melalui pendampingan konsultan yang difasilitasi program OE, FORTASBI membangun sistem keuangan berbasis aplikasi yang lebih efisien dan akuntabel. Salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi internal dan platform Sango, yang kini menjadi alat penting bagi tim keuangan dalam menyusun laporan dan membaca serapan dana secara berkala.
Tak hanya itu, FORTASBI juga mulai membangun annual budgeting (rencana anggaran tahunan) sebagai acuan kebutuhan dana organisasi, serta merancang strategi cost recovery guna memastikan keberlanjutan finansial di masa mendatang.
“Bagi kami, organisasi yang kuat harus punya sistem keuangan yang transparan dan berkelanjutan. Program ini memberi kami fondasi penting untuk itu,” lanjutnya.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya di Jantung Kalimantan Tunjukkan Komitmen Lingkungan
Dengan berakhirnya program OE pada Maret 2025, FORTASBI kini melangkah ke fase baru sebagai organisasi yang lebih mapan dan siap menjawab tantangan dalam mendorong keberlanjutan di sektor sawit rakyat Indonesia. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana dukungan kelembagaan yang tepat dapat memperkuat gerakan petani sawit berkelanjutan dari akar rumput hingga ke panggung nasional. (T2)
