“Kami menerima aset-aset bermasalah. Ada yang tidak dirawat bertahun-tahun, pohonnya stres, jadi semak belukar,” ungkap Agus. Dari total 484 ribu hektare lahan yang diserahkan ke Agrinas, hanya sekitar 289 ribu hektare yang masih ada pohonnya, sementara sisanya berupa lahan kosong atau kawasan rusak berat.
Pemulihan pun tidak mudah. “Jalan-jalan rusak, infrastruktur hancur. Sekarang kami fokus normalisasi. Kami anggarkan Rp139 miliar untuk perbaikan agar kerusakan tidak makin parah,” kata Agus.
Ia juga menyebut bahwa sekitar 50 persen lahan dalam kondisi rusak berat, 30 persen rusak sedang, dan sisanya rusak ringan. Bahkan beberapa lahan berada dalam proses hukum, seperti eks lahan milik Duta Palma yang belum inkrah. “Yang sudah clear, langsung kami kelola. Kami pelan-pelan benahi,” imbuhnya.
BACA JUGA: Langkah Hijau PTPN IV Dapat Pengakuan Menteri Lingkungan Hidup
Prof. Reni mengapresiasi langkah-langkah pembenahan yang dilakukan Agus Sutomo. Ia berharap Agrinas Palma bisa menjadi ujung tombak pembaruan sawit nasional. “Tujuan awal sawit itu untuk menyejahterakan rakyat. Kita dukung langkah-langkah konkret seperti ini,” ujarnya.
Menutup pertemuan, Agus mengungkap target besar yang diamanahkan Presiden: menerima dan mengelola satu juta hektare lahan sawit tahun ini. “Ini kerja panjang. Tapi kalau kita serius, kita bisa bangkitkan lagi kebanggaan nasional pada sawit,” tegasnya. (T2)
