Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Mukhlis, SP, MA yang membuka kegiatan, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas petani swadaya di tengah dinamika industri sawit global yang semakin menuntut keberlanjutan dan keterlacakan.
Sementara itu, Dr. M. Apuk Ismane mewakili BPPSDMP Kementan menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari langkah besar pemerintah dalam membangun SDM perkebunan yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Para narasumber IPB Training seperti Dr. Budi Nugroho, Ir. Sri Hermawan, dan Ir. Fajar Wahyudi, MBA juga memperkaya pelatihan dengan metode pembelajaran kontekstual berbasis kebutuhan lapangan. Materi disusun agar mudah dicerna dan aplikatif bagi petani, mulai dari teknik budidaya hingga pemahaman terhadap kebijakan dan regulasi yang berlaku.
Bagi IPB Training, pelatihan ini bukan akhir, melainkan titik awal pembentukan petani sawit yang tangguh. “Kami berharap pelatihan ini memicu kesadaran baru. Bahwa mengelola sawit bukan hanya soal hasil panen, tapi juga soal keberlanjutan, legalitas, dan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas,” tutup Hariyadi.
Dengan bekal ‘tujuh tas’ yang kini mereka bawa pulang, para petani sawit dari Aceh tidak hanya lebih siap menghadapi tantangan, tapi juga lebih percaya diri untuk menatap masa depan kebunnya dengan pendekatan profesional dan berkelanjutan. (T2)
