Dorong Keadilan Agraria, DPRD Riau Inisiasi Pansus untuk Awasi Kewajiban Plasma Perkebunan Sawit

oleh -3.220 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi perkebunan kelapa sawit.

“Pernyataan tegas dari kementerian ini memberi energi tambahan bagi kami di daerah. Bahwa tidak ada lagi toleransi bagi perusahaan yang selama ini memanfaatkan lahan negara tanpa memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Kaderismanto.

Ia pun menyebutkan bahwa pansus yang akan dibentuk tidak hanya akan berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga akan mengkaji kebijakan dan mendorong terbitnya peraturan daerah yang lebih operasional untuk pelaksanaan plasma.

“Selama ini, tidak ada basis hukum lokal yang bisa digunakan oleh pemerintah kabupaten/kota untuk menindak perusahaan yang membandel. Dengan kehadiran pansus ini, kita harapkan lahir regulasi yang bisa memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA: MPOB Luncurkan Inovasi Baja dan Biskuit Sawit Merah, Dorong Komersialisasi Hasil Riset Industri Sawit

Langkah DPRD Riau ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa isu reforma agraria, khususnya dalam konteks perkebunan sawit, mulai mendapat perhatian serius di tingkat daerah. Selain menjawab persoalan ketimpangan penguasaan lahan, penguatan skema plasma juga dianggap sebagai strategi jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi pedesaan dan menyeimbangkan relasi antara korporasi dan komunitas lokal.

Kini, harapan masyarakat tertuju pada efektivitas kerja pansus yang akan dibentuk. Dengan pengawasan melekat, transparansi data, dan komitmen politik yang kuat, implementasi kebun plasma 20 persen bisa menjadi instrumen nyata dalam menciptakan keadilan sosial dan ekonomi di tengah industri sawit yang selama ini dianggap elitis dan eksklusif. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com