Dalam struktur ekspor nonmigas, sektor industri pengolahan masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 84,07 persen, disusul sektor pertambangan dan lainnya sebesar 13,23 persen, serta pertanian 2,70 persen.
Secara bulanan, ekspor sektor pertanian mencatat lonjakan tertinggi dengan kenaikan 32,16 persen. Sektor industri pengolahan tumbuh 23,89 persen, sementara pertambangan mengalami kontraksi 1,14 persen.
Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada Mei 2025 antara lain, logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) naik 86,30 persen, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15), naik 42,08 persen, termasuk didalamnya minyak sawit, serta mesin dan peralatan mekanis (HS 84) naik 39,35 persen.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode II-Juni 2025 Turun Rp36,37 per kg
Secara geografis, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India masih menjadi tiga pasar utama ekspor nonmigas Indonesia, dengan total nilai ekspor ke ketiganya mencapai US$ 9,81 miliar atau 41,75 persen dari total ekspor nonmigas nasional.
Sementara itu, negara tujuan ekspor yang mencatat lonjakan tertinggi secara bulanan meliputi Italia (naik 78,50 persen), Australia (54,53 persen), Korea Selatan (36,76 persen), Belanda (32,05 persen), dan Amerika Serikat (31,48 persen).
Secara akumulatif, total ekspor Indonesia pada Januari–Mei 2025 mencapai US$ 111,98 miliar, tumbuh 6,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas yang naik 8,22 persen menjadi US$ 106,06 miliar, sementara ekspor migas turun 11,26 persen menjadi US$ 5,92 miliar.
BACA JUGA: ISPO Wajib untuk Petani Sawit Swadaya Mulai 2029, Pemerintah Siapkan Insentif dan Pendanaan Baru
Mendag Budi menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong ekspor produk-produk bernilai tambah dan memperluas akses pasar ke negara-negara mitra baru maupun lama.
“Kinerja ekspor kita menunjukkan ketangguhan sektor perdagangan nasional. Kami akan terus memperkuat ekspor bernilai tambah dan memastikan produk-produk Indonesia tetap kompetitif di pasar global,” tegasnya. (T2)
