InfoSAWIT, BANDUNG — Meski secara genetika tanaman kelapa sawit hibrida mampu menghasilkan hingga 10-12 ton minyak sawit per hektare per tahun, kenyataan di lapangan masih jauh dari harapan. Produksi nasional tercatat baru mencapai 2,6–4,1 ton minyak sawit per hektare per tahun — hanya sekitar 25-30% dari potensi maksimalnya. Kondisi ini mencerminkan masih lemahnya manajemen budidaya di lapangan.
Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran (Faperta Unpad) dan Etcas Consultant, menggagas serangkaian pelatihan teknis yang menyasar langsung pada peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dan efisiensi produksi minyak sawit. Kegiatan ini akan digelar sepanjang Oktober hingga Desember 2025 di Hotel Horison Ultima Bandung.
“Melalui pelatihan singkat ini, kami berharap peserta mampu menerapkan praktik terbaik di kebunnya masing-masing untuk mendorong produktivitas. Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga bentuk kontribusi dalam mendukung program pemerintah dalam penyediaan bahan baku minyak sawit untuk biodiesel dan biogasoline,” ujar penyelenggara dalam keterangan resmi kepada InfoSAWIT, Selasa (8/7/2025).
Dalam pelatihan ini, peserta akan dibekali lima topik utama yang saling terintegrasi, dimulai dari pemahaman dasar pemupukan hingga strategi agronomi terkini.
Lima Topik Strategis Pelatihan Sawit
- Pemupukan pada Kelapa Sawit (3 Hari)
Pelatihan ini bertujuan membangun pemahaman tentang cara, dosis, waktu, dan jenis pupuk yang tepat. Selain itu, peserta akan dibekali paradigma baru bahwa peningkatan produksi di sektor perkebunan tak bisa instan, melainkan mengikuti prinsip industri biologis. - Penyusunan Rekomendasi Pemupukan – Tahap 1 (4 Hari)
Fokus pada keterampilan menyusun rekomendasi pemupukan yang sederhana namun tepat guna dan menguntungkan. Peserta juga akan belajar menghitung titik efisiensi ekonomis pupuk, aspek penting dalam menjaga profitabilitas kebun. - Menyusun Rekomendasi Pemupukan Sendiri – Tahap 2 (5 Hari)
Pada tahap lanjut ini, peserta akan diajarkan membaca data analisis daun dan tanah, serta menyusun rekomendasi berbasis kebutuhan aktual tanaman. Topik ini juga membahas pentingnya inspeksi lapangan, pengaruh iklim, dan eksperimen lapangan untuk menentukan strategi pemupukan yang optimal. - Manajemen Akar: Inovasi Teknik Agronomi (3 Hari)
Salah satu materi unggulan adalah teknik Under Soil Surface Management untuk memperbaiki daerah perakaran (rhizosfer) dan mendorong pertumbuhan akar aktif. Jika dikelola dengan benar, inovasi ini diyakini dapat meningkatkan produksi hingga 30–80%. - Manajemen Kanopi (2 Hari)
Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan cara mengatur tajuk tanaman (kanopi) agar proses fotosintesis berjalan maksimal. Peserta juga akan memahami bagaimana jumlah pelepah memengaruhi produktivitas dan belajar mengenali gejala kekurangan hara sebagai indikator kesehatan tanaman.
Komitmen untuk Kesejahteraan Petani
Melalui pelatihan ini, EnergyWorld Indonesia dan mitra berharap dapat menjadi jembatan antara riset akademik dan praktik lapangan. “Pelatihan ini bukan hanya untuk teknisi atau manajer kebun besar, tapi juga untuk petani sawit mandiri agar mereka bisa mengelola kebunnya secara ilmiah dan lebih produktif,” ungkap pihak penyelenggara.
BACA JUGA: Klasifikasi “Risiko Standar” EUDR Dinilai Tak Adil, Industri Sawit Malaysia Protes Keras
Pendaftaran telah dibuka dan dapat diakses melalui tautan Registrasi. Dengan kapasitas terbatas dan topik yang aplikatif, pelatihan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk menutup kesenjangan produktivitas antara potensi dan realita kebun sawit nasional. (T2)
