InfoSAWIT, JAKARTA — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat terkait maraknya aksi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan melalui surat, email, dan akun media sosial palsu. Dalam klarifikasinya, perusahaan menegaskan tidak pernah mengirimkan undangan wawancara kerja maupun meminta biaya dalam proses rekrutmen.
“Kami sangat menyesalkan adanya tindakan oknum tidak bertanggung jawab yang mencatut nama perusahaan untuk menipu masyarakat. Modusnya berkedok rekrutmen kerja palsu, dan sering kali disertai permintaan pembayaran uang dengan dalih biaya akomodasi, transportasi, atau administrasi,” demikian pernyataan resmi PT Agrinas Palma Nusantara ditulis InfoSAWIT, Senin (14/7/2025).
Perusahaan pelat merah ini menegaskan bahwa saat ini tidak sedang membuka rekrutmen baru. Segala bentuk komunikasi resmi terkait lowongan kerja atau informasi lainnya hanya disampaikan melalui kanal resmi perusahaan.
Adapun kanal resmi PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) meliputi, Website: www.agrinaspalma.id, Instagram: @agrinaspalma, Twitter/X: @agrinas_palma, LinkedIn: PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), serta TikTok: @agrinaspalmanusantara.
Dalam pernyataannya, perusahaan juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah bekerja sama dengan pihak ketiga mana pun yang menjanjikan kelulusan rekrutmen dengan imbalan tertentu.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar, tidak merespons maupun menyebarkan informasi dari sumber yang tidak jelas; tidak melakukan pembayaran apa pun kepada pihak yang mengaku mewakili PT Agrinas Palma Nusantara (Persero); serta segera melaporkan dugaan penipuan atau informasi mencurigakan kepada kanal pengaduan resmi perusahaan maupun aparat penegak hukum.
BACA JUGA: Ekspor Turun, Produksi Melemah, Industri Sawit Malaysia Alami Penurunan di Juni 2025
PT Agrinas Palma Nusantara menyatakan akan menindak tegas segala bentuk penipuan yang merugikan masyarakat dan merusak reputasi perusahaan. Seluruh kasus kejahatan siber yang melibatkan nama perusahaan akan dilaporkan kepada pihak berwenang dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap waspada dan selalu memverifikasi setiap informasi melalui kanal resmi. Keamanan dan kenyamanan publik adalah prioritas kami,” tegas pernyataan tersebut.
Perusahaan berharap dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat tidak lagi menjadi korban dari praktik penipuan yang makin marak dan canggih. (T1)
