InfoSAWIT, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi melepas para peserta Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2025, yang digelar atas kerja sama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan LPP Agro Nusantara Yogyakarta.
Acara pelepasan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Minggu, dan dipimpin oleh Staf Ahli Pembangunan Rapiuddin Tahir, mewakili Bupati Luwu Timur.
Dalam sambutannya, Rapiuddin menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa program pelatihan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing para petani, penyuluh, serta pelaku sektor kelapa sawit di daerah.
BACA JUGA: NTP Petani Sulbar Tertinggi Nasional, Transmigran Sawit Dorong Kesejahteraan Warga
“Saya mewakili Bupati Luwu Timur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan pelatihan SDM kelapa sawit,” ujar Rapiuddin dilansir InfoSAWIT dari Pemkab Luwu Timur, Senin (21/7/2025).
Pelatihan akan digelar selama sepuluh hari, mulai 21 hingga 30 Juli 2025 di Hotel Claro Makassar. Materi yang diberikan mencakup peningkatan pengetahuan teknis, penguatan sikap profesionalisme, serta pengembangan jiwa kewirausahaan.
“Ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga wadah untuk mencetak pola pikir entrepreneurship—bagaimana para petani bisa naik kelas, menjadi pengusaha sukses di bidang kelapa sawit,” tegas Rapiuddin.
BACA JUGA: Mimpi Sawit Bebas Emisi
Sebagai komoditas unggulan di Luwu Timur, sektor kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan pelatihan ini, pemerintah berharap akan lahir sumber daya manusia yang tidak hanya terampil di lapangan, tetapi juga cakap dalam manajemen dan tata kelola yang modern.
“Kelapa sawit adalah salah satu penggerak ekonomi esensial di Luwu Timur. Olehnya itu, melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat memahami dengan baik tata kelola perkebunan kelapa sawit yang modern dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan mitra nasional dalam mendorong transformasi sektor perkebunan sawit, dari sekadar kegiatan produksi menjadi model usaha agribisnis yang inklusif dan kompetitif. (T2)
