InfoSAWIT, ACEH – Komitmen Musim Mas dalam mendorong praktik keberlanjutan di sektor kelapa sawit kembali ditegaskan lewat perpanjangan kerja sama strategis bersama Nestlé dan AAK. Kolaborasi ini menandai tahun keempat dari program Smallholders Hub, sebuah inisiatif berbasis lanskap yang dimulai sejak 2021 dengan fokus pada pemberdayaan pekebun swadaya dan pelatihan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dalam praktik pertanian berkelanjutan dan prinsip NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation).
Program yang awalnya didanai oleh Nestlé dan AAK selama dua tahun pertama ini, dirancang untuk mengatasi tantangan deforestasi di luar area konsesi perkebunan, khususnya di wilayah Aceh Subulussalam. Namun, seiring waktu, cakupannya meluas mencakup aspek sosial dan ekonomi para petani.
Hingga pertengahan 2025, sebanyak 1.581 pekebun swadaya dan 117 PPL telah menerima pelatihan—melampaui target awal. Dari jumlah tersebut, 20 PPL terbaik mendapatkan pelatihan lanjutan menuju sertifikasi ISPO serta pembuatan kompos rumah tangga sebagai alternatif pupuk kimia.
Dengan diperpanjangnya kolaborasi ini, Musim Mas menargetkan pelatihan tambahan bagi 500 pekebun swadaya dan 20 PPL. Selain itu, program pelatihan juga akan menyasar kelompok perempuan di perkebunan, pemuda, serta pelatihan literasi keuangan untuk mendukung kemandirian ekonomi petani menjelang masa replanting tanaman sawit yang menua.
“Perpanjangan kerja sama ini menunjukkan pentingnya komitmen jangka panjang dan keterlibatan langsung untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Olivier Tichit, Direktur Komunikasi dan Keberlanjutan Musim Mas dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (29/7/2025). Ia menambahkan, keterlibatan perempuan dan generasi muda adalah kunci untuk menjaga masa depan industri sawit yang inklusif dan bertanggung jawab.
Dalam program ini, perempuan akan diberikan pelatihan gizi dan manajemen usaha, sementara laki-laki didorong untuk mendukung pemberdayaan perempuan. Sementara itu, generasi muda akan diperkenalkan pada praktik perkebunan modern berbasis teknologi dan keberlanjutan, melalui wadah belajar yang dirancang untuk mendorong inovasi dan kolaborasi.
Caroline Westerik-Sikking, Sustainability Director AAK, menyampaikan bahwa perpanjangan kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya kolektif untuk mempersiapkan pekebun swadaya dalam menghadapi tantangan regulasi Uni Eropa tentang deforestasi (EUDR).
“Pekebun swadaya menghadapi banyak keterbatasan, baik dari sisi sumber daya maupun pengetahuan. Karena itu, kerja sama semacam ini penting untuk memastikan mereka tetap berada dalam rantai pasok global secara inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kolaborasi yang diperpanjang ini, Musim Mas, Nestlé, dan AAK berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas pekebun swadaya dalam menjawab tantangan masa depan industri sawit, serta mendukung transformasi menuju ekosistem sawit yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (T2)
InfoSAWIT, ACEH – Komitmen Musim Mas dalam mendorong praktik keberlanjutan di sektor kelapa sawit kembali ditegaskan lewat perpanjangan kerja sama strategis bersama Nestlé dan AAK. Kolaborasi ini menandai tahun keempat dari program Smallholders Hub, sebuah inisiatif berbasis lanskap yang dimulai sejak 2021 dengan fokus pada pemberdayaan pekebun swadaya dan pelatihan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dalam praktik pertanian berkelanjutan dan prinsip NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation).
Program yang awalnya didanai oleh Nestlé dan AAK selama dua tahun pertama ini, dirancang untuk mengatasi tantangan deforestasi di luar area konsesi perkebunan, khususnya di wilayah Aceh Subulussalam. Namun, seiring waktu, cakupannya meluas mencakup aspek sosial dan ekonomi para petani.
Hingga pertengahan 2025, sebanyak 1.581 pekebun swadaya dan 117 PPL telah menerima pelatihan—melampaui target awal. Dari jumlah tersebut, 20 PPL terbaik mendapatkan pelatihan lanjutan menuju sertifikasi ISPO serta pembuatan kompos rumah tangga sebagai alternatif pupuk kimia.
Dengan diperpanjangnya kolaborasi ini, Musim Mas menargetkan pelatihan tambahan bagi 500 pekebun swadaya dan 20 PPL. Selain itu, program pelatihan juga akan menyasar kelompok perempuan di perkebunan, pemuda, serta pelatihan literasi keuangan untuk mendukung kemandirian ekonomi petani menjelang masa replanting tanaman sawit yang menua.
“Perpanjangan kerja sama ini menunjukkan pentingnya komitmen jangka panjang dan keterlibatan langsung untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” ujar Olivier Tichit, Direktur Komunikasi dan Keberlanjutan Musim Mas dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (29/7/2025). Ia menambahkan, keterlibatan perempuan dan generasi muda adalah kunci untuk menjaga masa depan industri sawit yang inklusif dan bertanggung jawab.
Dalam program ini, perempuan akan diberikan pelatihan gizi dan manajemen usaha, sementara laki-laki didorong untuk mendukung pemberdayaan perempuan. Sementara itu, generasi muda akan diperkenalkan pada praktik perkebunan modern berbasis teknologi dan keberlanjutan, melalui wadah belajar yang dirancang untuk mendorong inovasi dan kolaborasi.
BACA JUGA: Forum Konsultasi Daerah Tegaskan Komitmen Sawit Berkelanjutan di Kaltim
Caroline Westerik-Sikking, Sustainability Director AAK, menyampaikan bahwa perpanjangan kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya kolektif untuk mempersiapkan pekebun swadaya dalam menghadapi tantangan regulasi Uni Eropa tentang deforestasi (EUDR).
“Pekebun swadaya menghadapi banyak keterbatasan, baik dari sisi sumber daya maupun pengetahuan. Karena itu, kerja sama semacam ini penting untuk memastikan mereka tetap berada dalam rantai pasok global secara inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kolaborasi yang diperpanjang ini, Musim Mas, Nestlé, dan AAK berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas pekebun swadaya dalam menjawab tantangan masa depan industri sawit, serta mendukung transformasi menuju ekosistem sawit yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (T2)
