InfoSAWIT, JAMBI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi menggelar pelatihan pembuatan cuka pempek berbahan dasar gula sawit bagi 30 Warga Binaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan bernilai ekonomi.
Pelatihan yang berlangsung di aula kegiatan kerja Lapas menghadirkan instruktur dari pelaku UMKM lokal, Rumah Kreatif Nekno, yang dikenal berpengalaman dalam mengembangkan olahan makanan tradisional.
Kepala Lapas Perempuan Jambi, Meita Eriza, mengatakan pelatihan ini bukan hanya sekadar kegiatan keterampilan, melainkan upaya nyata pemberdayaan agar Warga Binaan siap kembali ke masyarakat.
BACA JUGA: Triputra Agro Persada Tunjuk George Oetomo sebagai Presiden Direktur Baru
“Harapannya, mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga punya kesempatan belajar dan berkembang. Cuka pempek berbahan gula sawit ini potensial menjadi produk UMKM yang bisa mereka tekuni nantinya,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari Lapas Perempuan Jambi, Sabtu (23/8/2025).
Pemanfaatan gula sawit sebagai bahan dasar dinilai tepat karena mudah didapat, bernilai jual tinggi, ramah lingkungan, serta menghasilkan rasa cuka pempek yang khas.
Ketua Rumah Kreatif Nekno, Iriana, menambahkan bahwa keterampilan ini bisa menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan.
“Bahan-bahannya mudah ditemukan, prosesnya sederhana, dan hasilnya memiliki cita rasa unik. Dengan memanfaatkan gula sawit lokal, kita sekaligus mendukung produk daerah. Semoga ilmu ini bisa menjadi bekal ekonomi baru bagi Warga Binaan setelah bebas,” katanya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 20-26 Agustus 2025 Naik Rp. 37,52 per kg
Dalam pelatihan, para peserta belajar secara langsung mulai dari pemilihan bahan baku, proses perebusan, fermentasi, hingga pengemasan produk secara higienis. Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif para Warga Binaan selama kegiatan berlangsung.
Pihak Lapas berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak mitra, sehingga keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat membuka peluang usaha baru bagi Warga Binaan di masa depan. (T2)
