InfoSAWIT, JAKARTA – Industri kelapa sawit Indonesia mencatat kinerja positif pada Juni 2025. Berdasarkan laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi minyak sawit mentah (CPO) bulan Juni mencapai 4,82 juta ton, naik dari 4,16 juta ton di bulan sebelumnya. Produksi minyak inti sawit (PKO) juga meningkat menjadi 465 ribu ton dibanding Mei yang tercatat 396 ribu ton.
“Secara kumulatif, produksi CPO dan PKO hingga Juni 2025 mencapai 27,89 juta ton, atau tumbuh 6,51% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar 26,19 juta ton,” ungkap Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (22/8/2025).
Dari sisi konsumsi domestik, terjadi pergerakan beragam. Pemakaian untuk oleokimia naik menjadi 192 ribu ton (+2,67%), konsumsi biodiesel meningkat menjadi 1,08 juta ton (+3,95%), sementara konsumsi untuk pangan sedikit turun menjadi 800 ribu ton (-0,37%).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 22-28 Agustus 2025 Naik Tipis Cenderung Stagnan
Kinerja ekspor pada Juni 2025 melonjak signifikan. Total ekspor produk sawit tercatat 3,61 juta ton, naik 35,37% dibanding Mei yang hanya 2,66 juta ton. Lonjakan terbesar berasal dari ekspor minyak sawit olahan yang menembus 2,60 juta ton (+32,13%), disusul CPO yang melesat ke 418 ribu ton (+155,67%). Sebaliknya, ekspor oleokimia justru turun tipis menjadi 420 ribu ton (-3,74%).
Kenaikan produksi yang diikuti lonjakan ekspor ini menunjukkan tren positif industri sawit Indonesia di tengah dinamika pasar global, sekaligus memberi sinyal kuat bagi kontribusi sektor sawit terhadap perekonomian nasional di paruh kedua 2025. (T2)
