Petani Perempuan Sawit Suarakan Kekhawatiran atas Regulasi EUDR di Brussel

oleh -3.280 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Tiga perempuan petani sawit asal Indonesia menyampaikan kekhawatiran bahwa regulasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) bisa menjadi ancaman baru bagi kehidupan petani kecil di tanah air.

Cici Tiansari juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak. Menurutnya, keberlanjutan hanya bisa dicapai bila semua aktor dalam rantai pasok, termasuk petani perempuan, mendapat tempat dan dukungan yang setara.

Kehadiran mereka mendapat apresiasi dari KBRI Brussel yang turut memfasilitasi pertemuan. Rukaiyah Rafik, pendamping petani sawit perempuan dalam roadshow ini, menegaskan bahwa forum semacam ini penting untuk membuka mata para pemangku kebijakan Eropa.

“Ini langkah penting untuk memastikan suara petani perempuan tidak lagi diabaikan. Dialog ini diharapkan membuka jalan menuju regulasi yang adil, inklusif, dan benar-benar mendorong keberlanjutan. Tanpa petani kecil di hulu, target no deforestation mustahil tercapai,” katanya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode II-September 2025 Naik Tipis

Apa yang disuarakan para petani perempuan ini sesungguhnya menggambarkan dilema besar dalam perdagangan global. Di satu sisi, dunia menuntut produk yang berkelanjutan. Namun di sisi lain, tanpa dukungan nyata, regulasi justru bisa menyingkirkan mereka yang paling membutuhkan akses pasar, petani kecil.

Kehadiran Nurhayati, Umi, dan Cici di Eropa menjadi pengingat bahwa kebijakan global tidak boleh hanya lahir dari ruang rapat yang jauh dari realitas lapangan. Suara mereka menegaskan, bahwa keberlanjutan sejati hanya bisa terwujud bila melibatkan semua pihak, termasuk petani perempuan yang selama ini berdiri di garda depan menjaga bumi sekaligus menghidupi keluarganya. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com