InfoSAWIT, JAKARTA — Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menegaskan bahwa pemanfaatan minyak sawit di Indonesia akan selalu mengutamakan kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk program biodiesel.
Eddy menjelaskan, saat ini Indonesia sudah menerapkan mandatori biodiesel B40, dengan konsumsi yang diperkirakan mencapai hampir 14 juta ton per tahun. “Kalau pasokan biodiesel dalam negeri tidak mencukupi, maka ekspor tidak akan diizinkan. Prinsipnya, kepentingan nasional harus didahulukan,” tegasnya dalam sebuah diskusi online dihadiri InfoSAWIT, Senin (22/9/2025).
Meski demikian, Eddy mengakui masih ada perdebatan soal strategi paling menguntungkan: apakah meningkatkan mandatori biodiesel atau memperbesar ekspor CPO dan turunannya. Menurutnya, pemerintah terus melakukan kajian mendalam untuk menimbang manfaat ekonominya.
“Memang perlu dilihat mana yang lebih menguntungkan, apakah menambah porsi biodiesel di dalam negeri atau memperluas pasar ekspor. Kita juga bisa belajar dari pengalaman negara lain. Namun bagi GAPKI, sudah jelas prioritas utama adalah memenuhi kebutuhan domestik terlebih dahulu, baru kemudian kita bisa berbicara soal ekspor,” kata Eddy. (T2)
