InfoSAWIT, JAKARTA – Ketika banyak perusahaan sawit masih fokus di sektor hulu, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JAR) justru melangkah lebih jauh. Perusahaan yang lahir di Tanah Borneo ini berhasil mengubah bisnis perkebunan menjadi kekuatan baru di industri energi hijau dan produk turunan sawit yang bernilai tinggi.
Didirikan pada 2014, JAR memulai langkahnya dari pengelolaan 20.000 hektare perkebunan kelapa sawit. Namun dalam satu dekade, perusahaan ini menjelma menjadi pemain besar dengan rantai industri terintegrasi, mencakup refinery, biodiesel, dan pabrik minyak goreng.
Tonggak penting terjadi pada 2021, ketika JAR meresmikan fasilitas pengolahan sawit modern—terdiri dari refinery plant berkapasitas 1.650 ton per hari, biodiesel plant 1.500 ton per hari, serta fractionation plant 250 ton per hari. Di tahun yang sama, JAR menorehkan sejarah lewat pengiriman perdana 5.000 kiloliter biodiesel ke Pertamina, menandai langkah strategis perusahaan dalam mendukung program bioenergi nasional.
BACA JUGA: Indonesia dan Afrika Selatan Perkuat Kerja Sama Dagang, Sawit Jadi Komoditas Andalan
Dilansir InfoSAWIT dari MetroTV, Selasa (14/10/2025), tak berhenti di sana, JAR memperluas bisnis hilir dengan meluncurkan Minyak Goreng JAR yang resmi beredar sejak 2022. Produk ini menjadi simbol transformasi perusahaan—dari pemain sawit konvensional menjadi bagian dari solusi pangan dan energi berkelanjutan.
Kini, setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode JAR, perusahaan yang berada di bawah payung Jhonlin Group itu semakin mempertegas ambisinya untuk menjadi motor penggerak industri sawit terpadu nasional.
BACA JUGA: TLDN Siap Hadapi Potensi La Niña 2025, Curah Hujan Justru Dianggap Untungkan Produksi Sawit
Transformasi Jhonlin Agro Raya mencerminkan arah baru industri sawit Indonesia: bukan sekadar ekspor bahan mentah, tetapi menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi dan energi terbarukan. Dengan fondasi kuat dan inovasi berkelanjutan, JAR tampak siap membawa sawit Indonesia naik kelas—dari kebun menjadi kekuatan energi masa depan. (T2)
