InfoSAWIT, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali memperpanjang kerja sama strategis dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) untuk periode 2025–2030. Langkah ini menandai komitmen kuat kedua pihak dalam menjaga keseimbangan antara konservasi lingkungan dan pembangunan ekonomi masyarakat.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Tanjung Redeb, 13 Oktober 2025, disaksikan oleh berbagai pemangku kepentingan daerah. Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan pentingnya sinergi antara pelestarian lingkungan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Berau memiliki sumber daya alam yang luar biasa, tetapi tanpa sumber daya manusia yang unggul, kekayaan ini bisa menjadi sia-sia. Saya ingin masyarakat kita tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri, tetapi pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya alam,” ujar Sri dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (14/10/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit di Subulussalam Tembus di Atas Rp3.000 per Kilogram
Kerja sama lima tahun ke depan ini akan difokuskan pada penguatan kebijakan daerah, pengelolaan hutan dan pesisir, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat lokal, termasuk kelompok adat dan rentan. Program SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan) akan tetap menjadi tulang punggung pendampingan kampung-kampung dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.
Sri juga menyoroti pentingnya pengembangan produk unggulan lokal seperti ebi, terasi, dan cokelat. Ia berharap produk-produk ini bisa menembus pasar nasional hingga internasional.
“Saya ingin produk-produk ini dikenal sebagai produk dari Berau. Karena itu, harus kita olah dan kemas sendiri agar punya daya saing tinggi,” tambahnya.
Dua Dekade Kemitraan Konservasi
Kerja sama Pemkab Berau dan YKAN telah berlangsung lebih dari dua dekade, sejak 2002, ketika YKAN masih beroperasi di bawah nama The Nature Conservancy (TNC). Selama itu, YKAN aktif mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Berau.
