Dari Pelepah Sawit dan Daun Pepaya, Mahasiswa USU Ciptakan Styrofoam Ramah Lingkungan

oleh -2.714 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Sekelompok mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menawarkan solusi kreatif lewat inovasi berkelanjutan bernama BIOFLAEIS—kemasan makanan ramah lingkungan berbahan dasar limbah pelepah kelapa sawit dan daun pepaya.

InfoSAWIT, MEDAN – Di tengah meningkatnya kesadaran akan bahaya plastik sekali pakai, sekelompok mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menawarkan solusi kreatif lewat inovasi berkelanjutan bernama BIOFLAEIS—kemasan makanan ramah lingkungan berbahan dasar limbah pelepah kelapa sawit dan daun pepaya.

Inovasi ini lahir dari tangan mahasiswa Teknik Kimia dan Ekonomi Pembangunan USU melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Kewirausahaan (PKM-K). Mereka adalah Shintia Florensia Silaban, Yeggin Damanik, Feodora Nicole Holongy Sitompul, Gita Triani Sinaga, dan Letminda Oftavya Purba, di bawah bimbingan Ilham Perkasa Bako.

“BIOFLAEIS bukan sekadar produk, tapi gerakan moral yang mengajak masyarakat peduli lingkungan,” ujar Shintia dilansir InfoSAWIT dari Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (14/10/2025). Menurutnya, limbah pelepah sawit dan daun pepaya dipilih karena mudah didapat serta kaya manfaat. Pelepah sawit mengandung selulosa dan hemiselulosa yang cocok dijadikan bahan biofoam, sementara daun pepaya memiliki senyawa antibakteri yang dapat menjaga kesegaran makanan.

BACA JUGA: PalmCo Didorong Jadi Jembatan Diplomasi Hijau Sawit Indonesia–Eropa

Produk ini menawarkan dua keunggulan sekaligus: biodegradable (mudah terurai di alam) dan fungsional untuk menjaga kualitas makanan. Dengan begitu, BIOFLAEIS menjadi alternatif nyata bagi kemasan styrofoam yang sulit terurai dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan.

Dosen pembimbing Ilham Perkasa Bako menilai, inovasi ini menunjukkan bagaimana sains dapat diterapkan langsung untuk menjawab masalah sehari-hari. “Dari bahan yang dianggap limbah, mahasiswa bisa menghasilkan solusi bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan,” katanya.

Dari sisi pemasaran, tim mahasiswa memanfaatkan media sosial serta menjajaki kerja sama dengan UMKM kuliner, kafe, dan restoran yang mulai beralih ke produk berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mempercepat adopsi BIOFLAEIS di pasar, terutama di kalangan anak muda yang kini lebih sadar lingkungan.

BACA JUGA: REA Kaltim Bangun Kemitraan Sawit Inklusif di Kutai Kartanegara

Rektor USU Prof. Muryanto Amin, turut memberi apresiasi atas terobosan ini. Ia menegaskan, universitas harus menjadi ruang yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan inovasi berkelanjutan dan relevan dengan tantangan global. “Mahasiswa bukan hanya belajar teori, tapi juga menciptakan solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, tim BIOFLAEIS berencana memperluas produksi dengan melibatkan lebih banyak mitra lokal dan petani sawit, agar limbah pertanian bisa bernilai ekonomi lebih tinggi. (T2)

 


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com