InfoSAWIT, JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) terus memperluas jangkauan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Terbaru, lembaga pengelola dana sawit ini berpartisipasi dalam ajang Indonesia Research and Innovation (InaRI) Expo 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, pada 28–30 Oktober 2025.
Kehadiran BPDP di ajang tersebut bukan sekadar pameran rutin. Melainkan langkah strategis untuk mempertemukan dunia riset dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perkebunan. Langkah ini sejalan dengan upaya BPDP dalam memperkuat ekosistem riset terapan dan mempercepat hilirisasi hasil inovasi di tingkat pelaku usaha.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan bahwa InaRI Expo menjadi wadah penting bagi BPDP untuk memperluas jejaring promosi dan kolaborasi dengan para peneliti dan akademisi.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Jumat (31/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Melemah
“Selama ini kami sudah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak PAUD hingga jurnalis dan pelaku UMKM. Melalui InaRI Expo, kami ingin membuka kolaborasi baru dengan para peneliti yang dapat berkontribusi mengembangkan riset dan inovasi di sektor perkebunan,” ujarnya di Jakarta, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Sabtu (1/11/2025).
Dalam kesempatan itu, BPDP menampilkan hasil riset dari program Grant Riset Sawit, seperti Radar Sawit ITS (RAWITS) karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan PALMA X-1 dari Universitas Pancasila. Tak hanya itu, berbagai produk UMKM berbasis sawit, kelapa, dan kakao juga dipamerkan sebagai bukti nyata kontribusi sektor perkebunan terhadap ekonomi masyarakat.
Menurut Helmi, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk diseminasi hasil riset sawit sekaligus memperkenalkan inovasi produk unggulan UMKM kepada publik yang lebih luas. “Kami berharap ada banyak masukan dari para periset untuk membantu UMKM berkembang, termasuk dengan penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan,” katanya.
BACA JUGA: Panen Lebih Cepat, Produksi Cepat Meningkat, Kisah Sukses Petani dengan Bibit Topaz
Dengan tema besar “Unlocking Innovation, Empowering the Future with AI,” InaRI Expo 2025 menghadirkan kolaborasi antara peneliti, industri, dan lembaga pendanaan riset. BPDP melihat momen ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
“Topik AI yang diangkat BRIN sangat relevan. Teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk riset dan pengelolaan komoditas sawit, kakao, maupun kelapa, sekaligus mendukung digitalisasi UMKM,” jelas Helmi.
Partisipasi BPDP di InaRI Expo 2025 menegaskan komitmen lembaga ini dalam memperkuat riset, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Kolaborasi riset yang terintegrasi diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan serta daya saing Indonesia di pasar global. (T2)
