Sementara itu, di tingkat global, sistem perdagangan karbon seperti Emission Trading System (ETS) di Uni Eropa dianggap berhasil karena dibangun di atas fondasi data yang kuat, aturan ketat, dan mekanisme sanksi yang tegas bagi pelanggar batas emisi. Indonesia sendiri baru berada pada tahap awal menuju sistem tersebut.
Para ahli menilai, jika perdagangan karbon ingin menjadi instrumen mitigasi yang efektif, bukan sekadar peluang bisnis, maka sistem MRV harus diperkuat dan integritas data dijaga. Lebih penting lagi, penurunan emisi harus dilakukan di sumbernya—terutama di sektor energi—bukan hanya “dibeli” melalui kredit karbon dari hutan.
Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan dunia bukan sekadar pasar karbon yang ramai, tetapi komitmen nyata untuk menurunkan emisi dan menjaga suhu bumi tetap terkendali. (T2)
