Pengiriman pertama benih MTK dijadwalkan pada awal 2026. Seiring percepatan program pemuliaan, benih ini akan tersedia lebih luas tidak hanya bagi pasar domestik, tetapi juga berpotensi menyasar Afrika Barat, Amerika Latin, dan India—wilayah yang menghadapi risiko kekeringan serupa.
Peluncuran benih tahan kekeringan ini memperkuat strategi Sinar Mas Agribusiness and Food dalam meningkatkan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian. Dengan menggabungkan pendekatan riset jangka panjang dan pengalaman agronomi, perusahaan berharap inovasi tersebut dapat memperkuat struktur industri sawit nasional di tengah dinamika iklim global.
“MTK adalah gambaran masa depan perbenihan kelapa sawit,” ujar Dr. Caliman menutup pernyataannya. “Ketika riset ilmiah diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi petani, kita selangkah lebih dekat menuju industri sawit yang lebih tangguh dan berkelanjutan.” (T2)
