Pameran juga dimeriahkan oleh 13 booth INSTIPER Academy, program ko-kurikuler mahasiswa yang tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga menyelenggarakan workshop interaktif bagi pengunjung.
Menurut Rektor INSTIPER, pameran teknologi menjadi benang merah transformasi kampus.
“Ini adalah bukti nyata bahwa INSTIPER tidak hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga aktif mengembangkan teknologi pertanian presisi dan berkelanjutan. Bahkan, pada pameran ini ada perusahaan yang berminat merekrut mahasiswa yang terlibat aktif di PRIDRS meskipun mereka belum lulus,” ungkapnya.
Momentum Refleksi dan Apresiasi
Dies Natalis ke-67 INSTIPER juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul, khususnya di bidang perkebunan. Peringatan ini bertepatan dengan Hari Perkebunan Nasional ke-68, yang menegaskan peran strategis sektor perkebunan dalam pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
BACA JUGA: SPKS Desak Dana Sawit BPDP untuk Bantu Korban Banjir Sumatera
Peringatan tahun ini kian bermakna karena bertepatan dengan ulang tahun ke-99 Dr. (HC) H. Soedjai Kartasasmita, begawan perkebunan dan tokoh penting dalam sejarah pendidikan perkebunan Indonesia. Beliau juga merupakan pembina Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), badan penyelenggara INSTIPER dan AKPY-Stiper.
Sebagai bentuk apresiasi, diselenggarakan pula pameran fotografi yang menampilkan 99 karya foto hasil bidikan Dr. Soedjai dan para sahabat. Pameran ini dikurasi oleh kurator nasional, antara lain Dr. Irwandi, M.Sn., Drs. Risman Marah, M.Sn., Darwis Triadi, Arbain Rambey, dan Johny Hendarta.
“Pameran ini menghadirkan visualisasi tentang kerja keras, ketulusan, dan keindahan yang lahir dari dunia pertanian dan perkebunan, sekaligus menjadi ruang kolaborasi lintas generasi,” ujar Dr. Irwandi selaku kurator.
BACA JUGA: Patroli Gabungan Musnahkan Hampir 100 Hektare Sawit Ilegal di Taman Nasional Berbak
Melalui seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-67, INSTIPER Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang terus berinovasi, responsif terhadap kebutuhan industri, serta berkomitmen membangun masa depan pendidikan yang modern, adaptif, dan relevan bagi generasi mendatang. (T2)
