Prof. Chairil Anwar Siregar: Ajak Jangan Buru-Buru Salahkan Sawit, Ketika Langit Menurunkan Murkanya

oleh -2.757 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/Foto: Miftahurrohman/Lanskap perkebunan kelapa sawit.

Ia lalu menarik analogi yang mengejutkan: bom nuklir. Chairil menghitung energi hujan ekstrem dengan pendekatan fisika sederhana. Butiran hujan berdiameter dua milimeter, jatuh dengan kecepatan sembilan meter per detik selama 12 jam, menghasilkan energi kinetik hingga 50 juta kilojoule per 1.000 hektare.

“Kalau 24 jam tanpa henti, kekuatannya bisa melebihi bom atom,” katanya. “Bayangkan dampaknya.”

Dengan curah hujan mencapai 400 milimeter dalam sehari, Chairil menegaskan, hutan sebaik apa pun tak akan sanggup bertahan. Ia bahkan menyebut, dalam beberapa kejadian, kebun kelapa sawit justru tetap utuh dan sempat menjadi tempat mengungsi warga.

BACA JUGA: Menyibak Kuasa Negara di Balik Sengkarut Hak Tanah

“Jangan buru-buru menyalahkan sawit,” ujarnya.

 

Pilihan yang Tak Terelakkan

Jika iklim ekstrem menjadi keniscayaan, Chairil melihat masa depan dengan jarak antarbencana yang makin rapat. Dengan karakter tanah dan topografi seperti di Aceh, Sumut, dan Sumbar, risiko bencana serupa tetap membayangi.

Karena itu, ia mengajukan satu solusi yang terdengar keras, tapi realistis: relokasi.

BACA JUGA: Ribuan Kilometer Jalan Kebun Sawit Petani Swadaya di Aceh Rusak Parah, Distribusi TBS Terhambat

“Cari lokasi aman. Bangun permukiman baru. Pindahkan masyarakat,” katanya tegas. Pemerintah, menurutnya, juga harus serius menyusun peta rawan bencana dan benar-benar menjalankannya, bukan sekadar dokumen.

Rehabilitasi dan reboisasi tetap penting, namun harus dilakukan dengan strategi yang cermat. Tidak semua lahan cocok ditanami hutan berat. Pemilihan jenis tanaman dan kesesuaian lahan menjadi kunci.

 

“Alam punya hukumnya sendiri,” kata Chairil, menutup pembicaraan. “Tugas kita bukan melawannya, tapi memahami batasnya.” (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com