Emak-emak Cigobang Cabut Paksa Bibit Sawit, Protes Kebun Diduga Ilegal Tak Kunjung Dikosongkan

oleh -37.635 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Puluhan emak-emak di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melakukan aksi nekat dengan mencabut paksa bibit kelapa sawit yang ditanam.

InfoSAWIT, CIREBON – Puluhan emak-emak di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melakukan aksi nekat dengan mencabut paksa bibit kelapa sawit yang ditanam di lahan seluas 2,5 hektare, Jumat (16/1/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan warga terhadap keberadaan kebun sawit yang diduga ilegal dan dinilai mengancam lingkungan sekitar.

Dilansir InfoSAWIT dari iNews, Minggu (18/1/2026), aksi warga dipicu kekecewaan karena pihak pengelola kebun tak kunjung mengosongkan lahan, meski pemerintah daerah dan Gubernur Jawa Barat telah memberikan tenggat waktu hingga Kamis, 15 Januari 2026 untuk melakukan pembersihan. Namun batas waktu tersebut disebut tidak diindahkan pengusaha.

Sambil meneriakkan penolakan, puluhan warga mendatangi area kebun sawit yang sebelumnya sempat viral karena keberadaannya dianggap misterius di wilayah Cirebon. Dengan membawa peralatan seadanya seperti golok, linggis, hingga menggunakan tangan kosong, warga mencabut satu per satu bibit sawit yang diketahui baru ditanam sekitar empat bulan lalu.

BACA JUGA: Sawit Masuk Hutan Cigobang, Warga Resah; Gubernur Jabar Terbitkan Larangan Total

“Kami kesal, sudah dikasih batas waktu sampai kemarin Kamis, tapi tidak ada tindakan dari pemiliknya. Kalau tidak kami yang gerak, siapa lagi? Ini tanah kami,” ujar Rohana, salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut.

Warga lain bernama Juju menambahkan, keberadaan kebun sawit tersebut dinilai sangat meresahkan karena dikhawatirkan dapat mengganggu kelestarian lingkungan desa.

 

Warga Khawatir Krisis Air dan Kerusakan Ekosistem

Penolakan keras warga Pasaleman terhadap kebun sawit bukan semata soal lahan, tetapi juga karena alasan lingkungan. Warga menilai ekosistem hutan yang selama ini terjaga berpotensi rusak dan berubah bila kelapa sawit terus dibiarkan tumbuh di wilayah mereka.

BACA JUGA: Salah Paham Soal Sawit, Perlu Arah Baru Melalui ESG

Selain itu, masyarakat mengkhawatirkan dampak sawit terhadap ketersediaan air bersih. Kelapa sawit dikenal sebagai tanaman yang membutuhkan konsumsi air tinggi, sehingga warga takut kehadiran kebun sawit justru memicu krisis air dan bencana lingkungan di kemudian hari.

Kepala Desa Cigobang, M Abdul Zei, membenarkan adanya instruksi pengosongan yang telah disampaikan pemerintah pusat dan daerah. Ia juga menyebut kemarahan warga muncul lantaran pengusaha belum juga menindaklanjuti pembersihan lahan.

“Masyarakat geram karena pengusaha belum melakukan pengosongan. Padahal Gubernur Dedi Mulyadi sudah melarang keras adanya perkebunan sawit di wilayah ini,” kata Abdul Zei.

BACA JUGA: Environmental Intelligence: Jalan Baru Indonesia Menuju Sawit Berkelanjutan

Aksi pencabutan bibit sawit oleh warga ini menegaskan penolakan yang semakin kuat terhadap keberadaan kebun sawit di wilayah Jawa Barat, terutama di lokasi-lokasi yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com