Harga Gandum Chicago Melemah Saat Dolar AS Menguat, Reli Mingguan Masih Terjaga

oleh -1.792 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi komoditas gandum.

InfoSAWIT, CHICAGO — Harga gandum berjangka di Chicago melemah pada perdagangan Jumat (30/1/2026), seiring penguatan kembali dolar Amerika Serikat, meskipun tren pelemahan tajam mata uang tersebut dalam beberapa pekan terakhir masih menopang kinerja mingguan kontrak gandum.

Menurut Reuters, seperti dipublikasikan secara online oleh InfoSAWIT, kontrak gandum paling aktif di Chicago Board of Trade turun sekitar 0,4% menjadi US$ 5,39-1/2 per bushel pada perdagangan pagi waktu setempat. Tekanan serupa juga terjadi pada kedelai yang turun 0,4% ke level US$ 10,67-1/2 per bushel dan jagung yang melemah 0,2% menjadi US$ 4,30 per bushel.

Secara mingguan, harga gandum masih mencatat penguatan sekitar 1,8% dibanding penutupan pekan lalu, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi delapan pekan di awal minggu ini.

BACA JUGA: Dana Insentif B50 Diproyeksi Tembus Rp65 Triliun, Tuntut Kenaikan Pungutan Ekspor CPO

Penguatan dolar AS terjadi terhadap sekeranjang mata uang utama, didorong sinyal kebijakan yang relatif lebih ketat dari Federal Reserve. Namun, pergerakan dolar tetap fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.

Reuters mencatat bahwa pernyataan-pernyataan kebijakan dari Presiden Donald Trump yang berubah-ubah telah menekan dolar hingga sempat menyentuh level terendah empat tahun pada awal pekan. Dolar yang lebih lemah biasanya membuat komoditas asal AS menjadi lebih kompetitif di pasar ekspor global.

Pendiri konsultan pertanian Cornucopia, Tobin Gorey, mengatakan pemulihan tipis dolar telah mengurangi dorongan kenaikan harga biji-bijian dan oilseed AS.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun 0,98 Persen Pada Jumat (30/1), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Lesu

“Gandum soft red winter kembali kesulitan mencetak level tertinggi baru. Ini menunjukkan aksi penutupan posisi short oleh investor mulai mereda,” ujarnya.

Pelaku pasar juga mencatat dana komoditas masih memegang posisi net short cukup besar di kontrak gandum CBOT, meski sempat menjadi pembeli bersih pada perdagangan Rabu dan Kamis.

Dari sisi fundamental, gelombang udara dingin di wilayah Amerika Serikat serta prakiraan suhu sangat rendah di Ukraina pekan depan sempat memberi dukungan harga karena berpotensi merusak tanaman. Namun analis pasar menilai dampaknya kemungkinan terbatas.

BACA JUGA: Indonesia–China Perkuat Sawit Rendah Emisi, Bappenas dan CSES Teken Kerja Sama Strategis

Dengan pasokan global yang dinilai masih memadai dan eksportir pesaing menawarkan harga yang kompetitif, setiap kenaikan harga berbasis faktor cuaca diperkirakan tidak akan bertahan lama. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com