InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Lebih dari 95 persen pemegang lisensi di bawah Malaysian Palm Oil Board (MPOB) dari berbagai kategori tercatat telah aktif menggunakan sistem Sawit Intelligent Management System (SIMS) sebagai platform digital pemantauan industri sawit nasional.
Direktur Jenderal MPOB, Datuk Ahmad Parveez Ghulam Kadir, menyampaikan bahwa SIMS memiliki potensi besar untuk berfungsi sebagai pusat data terintegrasi industri kelapa sawit, sehingga memungkinkan proses pemantauan dan ketertelusuran (traceability) rantai pasok berjalan lebih efisien dan efektif.
“Sistem ini memperkuat kemampuan kami dalam memastikan rantai pasok sawit nasional semakin transparan dan terstruktur,” ujarnya dalam sambutan pada sesi pemaparan mengenai SIMS dan Platform GeoSAWIT kepada pemerintah, dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Rabu (18/2/2026).
BACA JUGA: KPK Ungkap Celah Korupsi Pajak Sawit, Ketidaksinkronan Data Lahan Jadi Titik Rawan
GeoSAWIT Ditingkatkan, Rampung Pertengahan 2026
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Parveez menjelaskan bahwa platform GeoSAWIT saat ini tengah ditingkatkan dengan dukungan perangkat dan teknologi geospasial terbaru untuk memetakan cakupan perkebunan kelapa sawit di seluruh Malaysia.
Ruang kendali GeoSAWIT yang berlokasi di kantor pusat MPOB ditargetkan selesai proses peningkatannya pada pertengahan 2026.
Platform GeoSAWIT memungkinkan pemanfaatan data spasial untuk mendukung pemantauan tata guna lahan, penilaian risiko, serta penyediaan bukti kepatuhan terhadap persyaratan pasar global yang semakin ketat, khususnya terkait aspek keberlanjutan dan transparansi.
Ia menambahkan, GeoSAWIT dikembangkan dengan pendekatan inklusif berskala nasional guna memastikan seluruh kategori produsen, terutama Smallholders, tetap menjadi bagian dari rantai pasok yang semakin teregulasi.
Dalam sesi tersebut, pembahasan difokuskan pada modul ketertelusuran di SIMS serta modul manajemen armada yang memantau pergerakan minyak sawit menggunakan truk tangki. Integrasi dengan GeoSAWIT melalui teknologi geospasial memungkinkan verifikasi lokasi tanam sawit dilakukan secara lebih akurat.
Menurut Ahmad Parveez, penguatan sistem digital ini menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing industri sawit Malaysia agar tetap transparan, berkelanjutan, dan mampu memenuhi tuntutan kepatuhan pasar internasional.
BACA JUGA: CIMB Sekuritas: Harga CPO 2026 Diproyeksi Bergerak Terbatas RM3.800–RM4.500 per Ton
Transformasi digital yang digerakkan MPOB ini dinilai sebagai bagian penting dalam memperkuat tata kelola industri sawit di tengah meningkatnya standar regulasi global terhadap ketertelusuran dan keberlanjutan. (T2)
