InfoSAWIT, JAKARTA – Saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (IDX: NSSS) mencatat lonjakan signifikan dalam perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/2/2026). Hingga pukul 16.13 WIB, saham NSSS ditutup menguat sebesar 210 poin atau naik 20,10% ke level Rp1.255 per saham, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp1.045.
Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap emiten sektor perkebunan kelapa sawit yang dinilai memiliki prospek positif di tengah dinamika harga komoditas global.
Kinerja Perdagangan NSSS
Berdasarkan data perdagangan BEI, saham NSSS dibuka pada level Rp1.055 dan sempat menyentuh harga tertinggi di Rp1.300, dengan posisi terendah di Rp1.020 sepanjang sesi perdagangan hari ini.
BACA JUGA: Pemkab Aceh Jaya Tanam Perdana Sawit 10 Hektare di Lahan Eks Kombatan GAM
Kapitalisasi pasar NSSS tercatat mencapai sekitar Rp29,87 triliun, dengan rasio price to earnings (P/E) di kisaran 41,29. Sementara itu, imbal hasil dividen tercatat sebesar 0,24%, dengan jumlah dividen trailing twelve months (TTM) sebesar 0,75.
Kinerja Keuangan Terkini
Dari sisi fundamental, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk membukukan pendapatan sebesar Rp544,9 miliar pada kuartal III 2025, atau tumbuh 41,45% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kinerja tersebut mencerminkan adanya peningkatan aktivitas operasional perusahaan di tengah peluang pertumbuhan industri minyak sawit mentah (CPO), yang turut menopang sentimen positif terhadap saham NSSS di pasar modal.
BACA JUGA: India Pasar Strategis Minyak Sawit Indonesia
Sejumlah analis menilai bahwa prospek jangka menengah sektor kelapa sawit masih cukup menjanjikan, terutama dengan meningkatnya permintaan global serta kontribusi petani sawit (smallholders) dalam rantai pasok industri yang semakin strategis. (T2)
