InfoSAWIT, JAKARTA – Diungkapkan Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan RI, Wijayanto, bahwa dalam lima tahun terakhir, ekspor Indonesia ke India mencatat pertumbuhan rata-rata 5,6 persen per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tren impor global yang hanya tumbuh sekitar 2,5 persen pada periode yang sama.
Pada 2024, India tercatat sebagai importir minyak sawit terbesar dunia dengan volume mencapai 8,6 juta ton, atau sekitar 20 persen dari total impor global untuk komoditas HS 1511. Dari jumlah tersebut, hampir 50 persen pasokan berasal dari Indonesia, menegaskan dominasi Indonesia di pasar strategis ini.
Wijayanto menjelaskan bahwa peningkatan signifikan juga terjadi pada ekspor produk energi dan turunan sawit India. Sepanjang 2020 hingga 2024, ekspor India di sektor ini tumbuh 14,5 persen hingga mencapai 4,5 juta ton. Sebagian besar produk tersebut dikirim ke pasar utama seperti Uni Emirat Arab.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Rabu (18/2), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat
“Permintaan yang tumbuh pesat bukan hanya untuk minyak sawit mentah, tetapi juga untuk biofuel, palm acid oil, palm oil mill effluent, hingga bio-plastik dan fine chemicals. Bahan baku produk-produk ini sebagian besar berasal dari Indonesia,” ungkap Wijayanto.
Selain itu, pasar tujuan ekspor India juga semakin meluas. Misalnya, ekspor ke Arab Saudi melonjak 59,4 persen dalam empat tahun terakhir, mencapai 17 juta ton pada 2024. (T2)
