InfoSAWIT, JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menargetkan peningkatan signifikan pada program pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit pada 2026, termasuk penambahan kuota beasiswa sawit bagi mahasiswa baru.
Merujuk pemaparan Kepala Divisi Perencanaan dan Pelayanan BPDP, Nugroho Adi Wibowo, dalam acara diskusi yang dihadiri InfoSAWIT, awal Maret 2026 di Jakarta, BPDP menargetkan 5.000 orang penerima beasiswa mahasiswa baru pada program pengembangan SDM sawit tahun 2026.
Selain itu, BPDP juga menargetkan 15.000 peserta pelatihan bagi pekebun dan pelaku industri sawit sebagai bagian dari penguatan kapasitas SDM di sektor strategis tersebut.
BACA JUGA: GAPKI: Produksi Sawit 2025 Naik 7,2%, Industri Hadapi Tantangan Tata Kelola dan Tekanan Global
“Target peserta pengembangan SDM perkebunan pada 2026 mencapai 28.127 orang, yang terdiri dari penerima beasiswa mahasiswa baru serta peserta pelatihan,” ungkap Nugroho dalam pemaparannya.
Program SDM Sawit Terus Bertumbuh
Program pengembangan SDM perkebunan yang dijalankan BPDP selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan penerima manfaat yang cukup signifikan.
Berdasarkan data BPDP hingga 31 Desember 2025, tercatat 29.263 peserta pelatihan dan 13.265 peserta program pendidikan atau beasiswa telah mengikuti program pengembangan SDM sawit.
BACA JUGA: Biaya Logistik Sawit Naik 50% Akibat Konflik Geopolitik, Permintaan Ekspor Mulai Melambat
Dari total penerima beasiswa tersebut, sebanyak 3.910 mahasiswa telah lulus dari berbagai perguruan tinggi yang bekerja sama dengan BPDP.
Program ini juga telah melibatkan 42 perguruan tinggi, dengan total 900 kelas pelatihan yang dilaksanakan di berbagai daerah sentra perkebunan sawit.
Selain itu, program pengembangan SDM sawit telah menjangkau 21 provinsi di Indonesia yang menjadi wilayah utama perkebunan kelapa sawit.
BACA JUGA: Taruhan Sawit Dunia di 2026
Kata Nugroho, program beasiswa sawit menjadi salah satu strategi penting dalam mencetak generasi baru profesional di sektor perkebunan kelapa sawit, baik di bidang budidaya, pengolahan, hingga manajemen industri.
Melalui program ini, mahasiswa dari keluarga pekebun sawit maupun masyarakat umum mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi yang memiliki program studi terkait industri sawit.
Selain pendidikan formal, BPDP juga menjalankan berbagai program penyuluhan, pendampingan, serta pelatihan teknis bagi pekebun guna meningkatkan kapasitas dan produktivitas perkebunan sawit rakyat.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 11 – 17 Maret 2026 Naik Rp183,02 per Kg
Dengan target peningkatan jumlah penerima beasiswa dan peserta pelatihan pada 2026, BPDP berharap program pengembangan SDM ini dapat semakin memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor strategis tersebut di masa depan. (T2)
