Meski demikian, MBSB tetap mempertahankan asumsi harga rata-rata CPO tahun 2026 di level RM4.200 per ton.
Secara keseluruhan, dinamika harga CPO saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor energi, kebijakan biodiesel, serta ketegangan geopolitik global.
Di satu sisi, lonjakan harga energi memberikan dukungan kuat bagi pasar minyak sawit. Namun di sisi lain, volatilitas global dan potensi perlambatan ekonomi tetap menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh pelaku industri.
BACA JUGA: Indonesia Perkuat Fondasi Genetik Sawit, 83 Varietas Unggul Disiapkan Hadapi Tantangan Masa Depan
Dengan kondisi tersebut, sektor sawit diperkirakan akan tetap berada dalam fase fluktuatif, namun dengan kecenderungan harga yang masih relatif kuat dalam jangka pendek. (T2)
