InfoSAWIT, MAGELANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong investasi besar-besaran dalam pembangunan pusat pengolahan (refinery) berbasis kelapa sawit, termasuk pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar avtur.
Dilansir InfoSAWIT dari Kompas TV, pada Kamis (9 April 2026), hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah.
Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa potensi kelapa sawit Indonesia sangat besar untuk dikembangkan menjadi bahan bakar penerbangan yang lebih berkelanjutan. Ia menyebut, tidak hanya minyak sawit mentah, tetapi juga limbah seperti minyak jelantah dapat diolah menjadi avtur.
BACA JUGA: Poltek Kelapa Sawit CWE Perkuat SDM Digital Sawit, 35 Mahasiswa Gabung Developer mySAP365 Copilot AI
“Sekarang avtur bisa dari kelapa sawit dan kita punya banyak kelapa sawit, bahkan avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng kita bisa olah menjadi avtur,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan, pemerintah akan segera membangun sejumlah fasilitas pengolahan untuk mendukung program tersebut.
“Dalam waktu dekat kita akan membuka pusat-pusat pengolahan, refinery-refinery untuk ini. Kita akan investasi besar-besaran di bidang itu,” lanjutnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 10-16 April 2026 Naik Rp143,39 per Kg
Selain menyoroti sektor energi berbasis sawit, Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas perkembangan industri kendaraan listrik nasional. Ia mengaku bangga atas kemampuan Indonesia dalam memproduksi bus dan truk listrik secara mandiri.
Menurutnya, pemerintah menargetkan pada tahun 2028 Indonesia sudah mampu memproduksi mobil sedan listrik secara massal sebagai bagian dari transformasi industri otomotif nasional.
“Ini sangat penting. Sekarang kita sudah punya bus listrik, truk listrik, dan ke depan kita harapkan produksi sedan listrik bisa dilakukan secara besar-besaran,” katanya.
BACA JUGA: Kementan Perkuat SISKA, Integrasi Sawit dan Sapi Jadi Kunci Ketahanan Pangan
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik produksi VKTR saat ini telah mencapai 40 persen dan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya dapat laporan kemampuan VKTR bisa produksi 10.000 bus listrik dengan TKDN saat ini 40 persen. Dalam waktu sekitar dua tahun bisa menuju 60 persen, dan dua tahun berikutnya ditargetkan mencapai 80 persen. Ini sangat membanggakan,” jelasnya.
Langkah ini dinilai menjadi sinergi penting antara pengembangan energi terbarukan berbasis sawit dan percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional, sekaligus memperkuat kemandirian industri dalam negeri. (T2)
