InfoSAWIT, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong penguatan Sistem Integrasi Sapi–Kelapa Sawit (SISKA) sebagai strategi meningkatkan produktivitas peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dilansir InfoSAWIT dari keterangan resmi forum ICOP 2026, pada Rabu (8 April 2026), penguatan SISKA menjadi salah satu fokus utama dalam The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP) 2026 yang digelar di Pekanbaru, Riau.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa integrasi subsektor peternakan dan perkebunan merupakan kunci dalam memperkuat ekonomi berbasis sumber daya domestik.
BACA JUGA: FELDA Dorong Implementasi B100, Biodiesel Sawit 100 Persen untuk Perkuat Energi Nasional
Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar, namun membutuhkan pendekatan pengelolaan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan untuk memaksimalkan manfaat tersebut.
Integrasi sapi dengan kebun kelapa sawit dinilai mampu memberikan berbagai manfaat langsung, mulai dari efisiensi biaya pakan melalui pemanfaatan limbah perkebunan, peningkatan produktivitas ternak, hingga tambahan sumber pendapatan bagi peternak.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa SISKA merupakan bagian dari strategi besar pembangunan peternakan berkelanjutan. Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tri Melasari, menyebut sistem produksi berbasis sumber daya lokal menjadi kunci peningkatan daya saing sektor peternakan.
BACA JUGA: Integrasi Sapi-Sawit Dinilai Efektif Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Perkebunan
Menurutnya, integrasi sapi dan kelapa sawit menjadi solusi strategis dalam menciptakan sistem produksi yang efisien sekaligus berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia ICOP 2026, Arifin Budiman Nugraha, menilai forum internasional tersebut menjadi wadah penting dalam menyatukan berbagai perspektif untuk menjawab tantangan global di sektor pertanian dan peternakan.
Dari sisi daerah, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa Riau memiliki potensi besar untuk pengembangan SISKA berbasis pertanian regeneratif. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan sumber daya alam sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi pemanfaatan lahan.
BACA JUGA: Koperasi KIB Disorot, Diduga Tak Berbasis Aspirasi Petani Plasma
Ia menambahkan, integrasi tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi petani dan peternak.
Melalui penguatan SISKA, pemerintah berupaya menghadirkan solusi konkret bagi peternak dalam menghadapi dinamika global, sekaligus memastikan keberlanjutan usaha dan peningkatan kesejahteraan.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat implementasi SISKA di berbagai daerah, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan nasional berbasis protein hewani secara berkelanjutan. (T2)
