Bagi Risniati, sertifikasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kemauan untuk belajar, dan keberanian untuk berubah dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna. Kini ia memandang pencapaian tersebut bukan sekadar angka atau selembar sertifikat, melainkan sebuah pintu bagi perempuan lain untuk ikut melangkah maju.
“Saya mengajak perempuan lain untuk terus belajar dan berkembang bersama, saling mendukung satu sama lain. Saya berharap ke depannya semakin banyak perempuan yang berani melangkah untuk meningkatkan produktivitas lahan mereka,” ujarnya.
Risniati percaya bahwa di balik setiap perkebunan yang dikelola dengan baik selalu ada kisah tentang keberanian dan pertumbuhan. Di Desa Gunung Bakti, perjalanannya menunjukkan bagaimana ketekunan dan dedikasi dapat mengubah pekerjaan sehari-hari menjadi sesuatu yang lebih besar. Melalui semangat untuk terus belajar, Risniati terus mendukung para petani sekaligus membuktikan bahwa perempuan dapat memainkan peran penting di seluruh rantai nilai industri kelapa sawit. (*)
