Dalam periode yang sama, ekspor Malaysia diperkirakan naik sekitar 400 ribu ton, sedangkan ekspor Indonesia diproyeksikan turun hingga 1,7 juta ton. Dengan kondisi tersebut, MPOC memperkirakan tidak akan terjadi lonjakan besar stok minyak sawit regional meskipun memasuki puncak musim produksi.
Secara terpisah, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikan produksi global biji minyak pada musim 2026/2027 akan mencapai rekor tertinggi. Produksi kedelai diperkirakan meningkat 14 juta ton, bunga matahari naik tujuh juta ton, dan rapeseed bertambah 1,4 juta ton.
Secara keseluruhan, produksi tiga komoditas biji minyak utama dunia diperkirakan meningkat sekitar 4 persen atau 22,4 juta ton menjadi rekor 600 juta ton pada musim mendatang. (T2)
